Djarot Mengaku Lupa Pernah Tanda Tangan Pergub Kenaikan Dana Parpol DKI

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku lupa pernah menadatangani kenaikan dana partai politik saat menjabat.

Djarot Mengaku Lupa Pernah Tanda Tangan Pergub Kenaikan Dana Parpol DKI
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Djarot Saiful Hidayat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku lupa pernah menadatangani kenaikan dana partai politik saat menjabat.

"Seinget saya cek saja, apa saya pernah menandatangani itu ya," ucap Djarot saat ditenui di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017).

Baca: PPP Optimistis Mampu Tembus Urutan Tiga Besar di 2019

Djarot mengakui, bahwa dirinya hanya menandatangani Peraturan Gubernur tentang hak keuangan anggota DPRD Jakarta bukan tentang kenaikan dana partai politik.

"Yang saya tandatangani itu Pergub tentang hak keuangan anggota DPRD Jakarta. Beda (bukan kenaikan dana parpol)," terang Djarot.

Selain itu, Djarot tak tahu menahu siapa yang harus bertanggung jawab soal kenaikan dana partai politik sebesar 10 kali lipat tersebut.

"Saya enggak tahu itu," ujar Djarot.

Diketahui, beberapa hari ini publik dihebokan soal anggaran bantuan keuangan untuk sejumlah partai politik di DPRD DKI Jakarta dalam APBD DKI Jakarta 2018 yang mengalami kenaikan hampir 10 kali lipat.

Kenaikan tersebut dilakukan melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 yang diteken Djarot tanggal 13 Oktober 2017 lalu.

Di kolom "sebelum perubahan", ditulis anggaran Rp 1.818.003.960 atau Rp 1,8 miliar.

Sementara di kolom "sesudah perubahan", ditulis anggaran Rp 17.736.624.000 atau Rp 17, 7 miliar.

Artinya ada kenaikan anggaran sebesar Rp 15.918.620.040 atau Rp 15,9 miliar. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved