Breaking News:

Diduga Hina Hadis, Ade Armando Dilaporkan ke Bareskrim

Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando kembali dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri setelah diduga menghina hadis

Fahdi Fahlevi
Ade Armando dilaporkan oleh Pimpinan Majelis Ta'lim Nahdlatul Fatah, Salman Al Farisi, ke Bareskrim pada Senin (8/1/2018). Laporan itu diterima dengan nomor LP/16/I/2018/Bareskrim tertanggal 8 Januari 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando kembali dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri setelah diduga menghina hadis dalam satu unggahannya di media sosial, Facebook.

Ade dilaporkan oleh Pimpinan Majelis Ta'lim Nahdlatul Fatah, Salman Al Farisi, ke Bareskrim pada Senin (8/1/2018). Laporan itu diterima dengan nomor LP/16/I/2018/Bareskrim tertanggal 8 Januari 2018.

"Karena beberapa postingan yang dia lempar di Facebook-nya itu dia mengindikasikan pada sebuah penistaan," kata Salman usai melapor di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Baca: Sosok Berkain Jarit dengan Muka Ditutup Serbet Buat Geger, Adiknya Beri Pengakuan Mengejutkan

Salah satu unggahan Ade, menurut Salman menyebut bahwa hadis tidak sesuai dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Rasulullah.

Dalam pelaporan tersebut, Salman merujuk pada unggahan Ade di Facebook-nya pada Desember 2017 dan awal Januari 2018.

Salman juga menyertakan unggahan tersebut sebagai barang bukti.

Unggahan lain yang membuat Ade dilaporkan adalah unggahan dirinya mengomentari hadis terkait kencing unta yang juga melibatkan Bachtiar Nasir.

"Ada pemahaman dari ulama bahwa minum air kencing, ini kan masih dalam tataran ikhtilaf yang berhak membicarakan persoalan. Ini tentunya ulama-ulama yang menguasai bidang hadis. Ade armando ini siapa?" tegas Salman.

Salman menilai unggahan Ade tersebut sangat berbahaya karena memberikan kesan hadis sebagai sumber yang tidak akurat dan tidak terpercaya.

Sementara dalam perspektif Islam, hadist dan Alquran adalah sumber yang sangat akurat dan terpercaya.

Ade dilaporkan atas dugaan melanggar pasal 128 UU ITE dan jucto pasal 56 ayat 1 KUHP.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved