Kasus Rizieq Shihab dan Firza

Ahli Hukum Pidana: Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Juga Harusnya Dihentikan

Menurutnya dalam konteks penegakan hukum terkait Informasi dan Transaksi Elektronik Rizieq dan Firza merupakan korban

Ahli Hukum Pidana: Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Juga Harusnya Dihentikan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Habib Rizieq Shihab 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir menilai langkah Polda Jabar menghentikan penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan Pancasila yang dilakukan Rizieq Shihab sudah tepat.

Menanggapi hal tersebut, ia juga mengatakan bahwa seharusnya kasus dugaan pornografi Rizieq harus dihentikan.

Baca: Kasus Rizieq Shihab di Polda Jabar Sudah Dihentikan Sejak Februari

"Mungkin satu lagi yang harus di SP3 juga adalah kasus yang di Jakarta terkait dugaan pornografi itu. Mestinya harus dihentikan itu," kata Muzakir ketika dihubungi pada Jumat (4/5/2018).

Menurutnya dalam konteks penegakan hukum terkait Informasi dan Transaksi Elektronik Rizieq dan Firza merupakan korban dari pihak yang mengunggah chat vulgar tersebut.

Bahkan ia menilai pihak yang mengunggah chat tersebutlah yang seharusnya diselidiki oleh pihak kepolisian.

"Dalam teori penegakan hukum berhubungan ITE, yang berbuat jahat itu yang mengunggah kepada publik. Sementara yang mengunggah ke publik itu nggak pernah diapa-apain. Nggak pernah dihukum. Jangankan dihukum, Sprindik (diterbitkan Surat Perintah Penyidikan) aja nggak ada," kata Muzakir.

Sebelumnya pada akhir Januari 2017 jagat media sosial dihebohkan dengan tersebarnya screenshot percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Polda Metro Jaya pun menetapkan Firza sebagai tersangka pada Selasa (16/5/2017) setelah ia diperiksa selama 12 jam terkait kasus tersebut.

Firza pun disangkakan melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kemudian pada Senin (29/5/2017) polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka tanpa perlu terlebih dahulu menunggu Rizieq kembali ke Indonesia setelah melakukan kembali gelar perkara.

Rizieq kemudian disangkakan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved