Sunter Akan Jadi Pusat Takjil di Jakarta Utara

Program teranyar, menjadikan danau Sunter yang terletak di Jakarta Utara pusat penjualan takjil

Sunter Akan Jadi Pusat Takjil di Jakarta Utara
Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sukses dengan pelaksanaan festival danau Sunter beberapa bulan lalu dengan menghadirkan menteri perikanan dan kelautan, Susi Pudjiastuti. Pemkot Jakut yang kini dibawah komando Husein Murad melakukan gebrakan baru, memasuki ramadhan tahun 2018.

Program teranyar, menjadikan danau Sunter yang terletak di Jakarta Utara pusat penjualan takjil di Jakut pada bulan ramadhan mendatang.

Walikota Jakarta Utara, Husain Murad mengatakan karena fenomena yang terjadi di danau Sunter pasca pelaksanaan festival lalu, menjadikan kawasan wisata air tersebut kini menjadi tempat wisata keluarga dan anak muda untuk berkumpul. "Pasca pelaksanaan festifal danau Sunter lalu, kawasan tersebut semakin banyak pengunjungnya. Sehingga perlu ada program Pemkot dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung pada ramadhan, dengan menyediakan dagangan takjil,"ujar Husein kepada wartawan, Sabtu (5/5/2018).

Husein mengaku sudah memerintahkan Sudin UKM Jakut, untuk memaksimalkan para pedagang yang sudah mengikuti program oke,oce yang sudah dicetuskan Wagub Sandiaga Uno."Insya ALLAH pelaksanaan akan diresmikan oleh Wagub karena beliau adalah penggagas oke-oce. Dan kita harapkan makanan yang dijual di danau Sunter sudah dibawah pengawasan BPOM DKI," katanya.

Meski masih menyisakan waktu sepekan, Husein mengtakan sudah melakukan koordinasi dengan camat, lurah serta asisten kota.

"Untuk pengamanan kawasan danau sekaligus menjadi pengatur lalu lintas akan kita maksimalkan Satpol PP. Karena sistem berdagangnya tidak permanen. Kita jadwalkan buka kam 4 sorw sampai jam 7 malam," katanya.

Rencananya, kawasan wisata air itu akan menjajakan dagangan seperti, kolak, cendol, gorengan dan makanan takjil lainnya. Sehingga keberadaan pedagang bisa membantu bagi pengguna jalan dan pengunjung.

"Dengan penyelenggaraan yang dilakukan oleh Pemkot Jakut, akan mencegah praktek pungli terhadap para pedagang. Karena kita merencanakan untuk menggratiskan pedagang. Tidak boleh ada pungutan pada pedagang. Karena petugas sudah digaji. Masyarakat jualan takjil untungnya kecil masa harus diperas. Tenrunya akan ada penindakan bagi oknum yang menarik uang jago kepada para pedagang," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved