DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kota Bekasi Kompak Larang Iklan Rokok, Begini Apresiasi Menkes

Penghargaan ini diberikan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah memiliki kebijakan atau peraturan tentang larangan iklan rokok di luar gedung

DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kota Bekasi Kompak Larang Iklan Rokok, Begini Apresiasi Menkes
TRIBUNNEWS,COM/HERUDIN
Aktivis berunjukrasa menentang iklan rokok di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2013). Acara yang diadakan oleh sejumlah aktivis LSM dan pelajar anti tembakau ini untuk mengkampanyekan bahaya rokok bagi kesehatan kepada masyarakat. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Reporter Warta Kota, Gopis Simatupang


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek memberikan apresiasi khusus kepada Provinsi DKI, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Kulonprogo, Kota Bogor, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kota Padang, dan Kota Bekasi yang telah melakukan kebijakan berupa pelarangan total iklan rokok di luar gedung agar tidak mempengaruhi anak-anak untuk mulai merokok.

Kepada sepuluh pimpinan daerah tersebut, Menkes memberikan penghargaan Pastika Awya Pariwara.

Penghargaan ini diberikan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah memiliki kebijakan atau peraturan tentang larangan iklan rokok di luar gedung (iklan outdoor) dan telah diimplementasikan.

"Bahkan tahun ini, saya dengar Pemerintah Kota Bogor telah memulai pelarangan iklan di gerai-gerai penjualan rokok," kata Nila saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang terintegrasi dengan Hari Hipertensi Sedunia dan Hari Thalasemia Sedunia di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca: Polisi Bekuk Dua Spesialis Maling Motor di Babelan, Bekasi

Nila mengatakan, pengaturan iklan rokok merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi anak dan remaja, sebagai upaya untuk melindungi generasi muda dari iklan rokok yang gencar dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku merokok.

Iklan rokok mendorong anak untuk mencoba rokok, mengulangi perilaku tersebut sehingga akhirnya menjadi kebiasaan (kecanduan).

Baca: Audy Item dan Iko Uwais Gelar Syukuran Anak Kedua, Tema Acaranya Unik: Arabian Night

Pengaturan iklan rokok sebenarnya telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang telah ditandatangani Presiden sejak Desember 2012 (terperinci dalam pasal 26-31).

Bukan hanya di tingkat pemerintah pusat, kebijakan pembatasan iklan rokok ini membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari pengaruh promosi iklan rokok tersebut.

Saat ini, Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, terutama kelompok anak-anak dan remaja.

Baca: Penyanyi Jazz Tompi Suka Sekali Memotret Keluarganya, Ternyata Ini Alasannya

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved