Seorang WNA Tipu Pelatih Boxing Timnas UEA Asian Games di Tamansari, Kerugian Capai USD 300

Rully menjelaskan, penipuan terjadi pada tanggal 23 Agustus 2018. Saat itu, korban sedang ada di lokasi acara bazaar di Kawasan Lokasari

Seorang WNA Tipu Pelatih Boxing Timnas UEA Asian Games di Tamansari, Kerugian Capai USD 300
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kasus penipuan dan pencurian di wilayah Tamansari, Jakarta Barat menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) Mesir yang berprofesi sebagai pelatih boxing Uni Emirat Arab kontingen Asian Games 2018, yakni MIM, Jumat (23/8/2018). Kerugian yang dialami hingga USD 300 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penipuan dan pencurian di wilayah Tamansari, Jakarta Barat menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) Mesir yang berprofesi sebagai pelatih boxing Uni Emirat Arab kontingen Asian Games 2018, yakni MIM, Jumat (23/8/2018). Kerugian yang dialami hingga USD 300.

"Jadi ini penipuan WNA oleh WNA. Kasus pun terjadi di lokasi Bazaar Lokasari. Korban, ialah sebagai pelatih olahraga boxing kontingen dari Uni Emirat Arab berinisial MIM. Korban, adalah WNA Mesir kena tipu oleh seorang WNA, yang mengaku-ngaku berasal dari Yordania," terang Kapolsek Tamansari, AKBP Rully Indra, Senin (3/9/2018).

Baca: Lima Orang Pelaku Pengeroyokan Franky Ditetapkan Sebagai Tersangka

Rully menjelaskan, penipuan terjadi pada tanggal 23 Agustus 2018. Saat itu, korban sedang ada di lokasi acara bazaar di Kawasan Lokasari.

"Kejadiannya sekitar 20.30 WIB. Korban (MIM) lagi di acara Bazaar Lokasari. Saat di acara itu korban ceritanya sedang mencari makan, dan charger ponsel. Tidak lama kemudian bertemu dengan pelaku yang mengakui, asal Yordania berinisial MMH ini. MMH justru mencoba agar aksinya lancar dengan mengajak korban jalan-jalan di Jakarta Barat" katanya.

Korban, lanjut Rully, mengajak korban dengan menggunakan kendaraan taksi Korban, diajak ke tempat hiburan malam dan korban sempat menolak.

"Akhirnya, mereka tetap berangkat jalan-jalan dan saat tiba di lokasi korban dimintakan uang oleh pelaku ini senilai USD 100 dengan alasan membayar taksi. Akhirnya, korban langsung ke money changer. Sebenarnya korban, bertujuan ingin membeli charger ponsel," katanya.

Rully menambahkan, Pelaku MMH mengetahui jika korban alami kehabisan battrey ponsel.

Selain itu, ucap Rully, pelaku memintakan ponsel dan tas milik si korban untuk bisa dititipkan ke tukang ponsel.

"Setelah menitipkan tas serta ponselnya masih di kawasan Lokasari. Sementara, pelaku minta agar korban membayar taksi. Namun, kembali ke tukang ponsel pelaku sudah tidak ada, dan barang-barangnya pun raib," tambahnya

Korban pun akhirnya ke Polsek Tamansari dan melaporkan kejadian tersebut. Pihaknya, ucap Rully, langsung melakukan penyelidikan secara bertahap dan menggunakan rakaman kamera CCTV.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved