Asian Games 2018

Pemprov DKI: Bela Negara Itu Kehormatan, Jepang Justru Tak Beri Bonus untuk Atletnya

Hingga akhirnya, Pemprov DKI memutuskan tidak jadi menambah bonus untuk atlet DKI Jakarta yang berprestasi dalam Asian Games 2018.

Pemprov DKI: Bela Negara Itu Kehormatan, Jepang Justru Tak Beri Bonus untuk Atletnya
ANTARA FOTO/INASGOC/Sigid Kurniawan
Perenang Jepang Rikako Ikee mengangkatmaskot Asian Games usai upacara penyerahan medali nomor 50 meter Gaya Bebas Putri Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Centre GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/8). Rikako Ikee berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 24.53 detik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, standar bonus yang diberikan negara lain kepada atlet mereka menjadi bahan pertimbangan Pemprov DKI.

Hingga akhirnya, Pemprov DKI memutuskan tidak jadi menambah bonus untuk atlet DKI Jakarta yang berprestasi dalam Asian Games 2018.

"Jepang justru tidak memberikan bonus karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga," ujar Ratiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (10/9/2018).

Ratiyono mengatakan, Pemerintah Indonesia memberikan bonus sebesar Rp 1,5 miliar.

Baca: Suaminya Bos Catering Asian Games 2018, Ayu Dewi Justru Pilih Punya Dapur Sederhana Jauh dari Mewah

Sementara itu, Pemerintah Filipina memberi bonus Rp 1,6 miliar untuk atlet.

"Kemudian Korea Selatan (bonusnya) bebas wajib militer karena dia sudah membela negara. Mungkin nilainya lebih daripada mengikuti wajib militer, itu penghargaan negara kepada warganya," ujar Ratiyono.

Atas pertimbangan itu, akhirnya Pemprov DKI tidak jadi menambah bonus atlet.

Selain itu, dia mengingatkan bahwa atlet juga sudah mendapat bonus dari pemerintah pusat sampai Rp 1,5 miliar.

Bonus yang akan diterima atlet dari Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 1203 Tahun 2018 yang sudah ditetapkan.

Peraih medali emas akan mendapatkan Rp 300 juta, medali perak mendapat Rp 150 juta, dan medali perunggu mendapat Rp 90 juta.

Ratiyono mengatakan, Pemprov DKI akan menanggung pajak atas bonus tersebut.

"Justru kita ingin kepada atlet kita jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan akhirnya nanti sudah nyaman, yang kita dorong adalah fighting spirit-nya," ujar Ratiyono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Bela Negara Itu Kehormatan, Jepang Justru Tak Beri Bonus untuk Atletnya"
Penulis : Jessi Carina

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved