Anies Baswedan Bakal ''Sulap'' Kawasan Monas Jadi Lebih Modern

Anies Baswedan mengatakan tengah menyiapkan sayembara revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) supaya pemanfaatannya lebih optimal dan modern.

Anies Baswedan Bakal ''Sulap'' Kawasan Monas Jadi Lebih Modern
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Gubernur DKI Anies Baswedan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tengah menyiapkan sayembara revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) supaya pemanfaatannya lebih optimal dan modern.

Dengan anggaran sebesar Rp 150 miliar, penataan ulang Monas akan dilakukan secara menyeluruh dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang bisa dimanfaatkan setiap hari. Bukan hanya di waktu tertentu saja seperti yang ada selama ini.

"Supaya monas bisa menjadi tempat yang lebih optimal. Sekarang pemanfaatannya terbatas pada hari Sabtu dan Minggu dan kegiatannya terbatas. Monas jadi seperti lapangan besar tapi aktivitas disitu sangat minim," kata Anies di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Salah satunya yakni memperkaya diorama yang ada dengan membuatnya lebih modern.

Baca: Seorang Anak Tega Bunuh Ibu Kandung Karena Sudah Tua dan Sakit-sakitan

Sebab seiring perkembangan zaman dan teknologi, diorama-diorama di kawasan Monas seharusnya bisa disulap menjadi model 3 Dimensi (3D), lengkap dengan dukungan audio visual.

Sehingga para anak-anak yang hadir, bisa memunculkan imajinasi mereka dan berfikir bahwa itu adalah kenyataan.

"Kemudian didalamnya juga diorama kemudian lain-lain harus segera diupdate. Bukan diganti tetapi lebih dibuat sesuai dengan zaman sekarang, perlu penambahan-penambahan. Museum itu sendiri bagus untuk anak-anak melihat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Gembong Warsono mengaku akan mendukung penuh langkah Pemprov DKI percantik kawasan Monas yang jadi salah satu simbol negara di Ibu Kota.

Sebagai Pemerintah yang menaunginya, Pemprov DKI memang perlu menata ulang kawasan tersebut demi menghadirkan kesegaran dan kebaruan.

"Ya untuk mempercantik pastilah kita dorong. Ini kan bukan hanya simbol Jakarta, tapi simbol negara, simbol nasional kita yang notabene-nya ada di DKI Jakarta. Kita punya kewajiban untuk mempercantik itu," ujarnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved