Tsunami di Banten dan Lampung

Pascatsunami Banten, Volume Kendaraan di Tol Jakarta - Merak Menurun saat Musim Liburan

Hal itu terhitung dari data pemantauan libur Natal dan Tahun Baru 2019 oleh Astra Infra Tol Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Tol Jakarta - Merak - Sejumlah kendaraan melintas di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (20/6/2018). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai tanggal 20 Juni 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pascabencana tsunami yang melanda Provinsi Banten, terjadi penurunan volume kendaraan roda empat yang melintasi Tol Tangerang - Merak.

Hal itu terhitung dari data pemantauan libur Natal dan Tahun Baru 2019 oleh Astra Infra Tol Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti.

Baca: Pasca Tsunami Banten, TNI AL Sebut Ada Cekungan Menyerupai Teluk di Dasar Laut Selat Sunda

Dari data yang dihimpun, terdapat penurunan volume kendaraan yang melalui tol tersebut.

Presiden Direktur PT. Marga Mandalasakti, Krist Ade Sudiyono mengatakan, hal itu merupakan dampak dari musibah Tsunami Selat Sunda di Banten.

Menurutnya, pada puncak libur natal terdapat 116.318 kendaraan yang melintas didominasi kendaraan pribadi baik arah Merak atau Jakarta.

Pada periode yang sama di tahun 2017, terjadi penurunan sekitar lima persen dimana, pergerakan kendaraan di jalur tol tersebut sebanyak 122.287.

"Sebetulnya kalau secara keseluruhan tidak berpengaruh secara signifikan tapi, untuk puncaknya memang berpengaruh dengan ada penurunan terutama yang menuju ke destinasi wisata Banten," ujar Ade di Kabupaten Tangerang, Rabu (2/1/2019).

Sementara, untuk puncak arus balik dari libur natal mengalami peningkatan sebanyak 154.220 kendaraan

Atau mengalami peningkatan sekira 7,54 persen dibandingkan rata-rata harian.

"Kalau arus baliknya meningkat terutama untuk arah Jakarta. Nantinya pun, kita akan bersiap menghadapi arus balik libur tahun baru yang diprediksi naik sekitar enam persen," beber dia.

Baca: Awali 2019, Jokowi Tengok Korban Tsunami Lampung

Terkait dengan antisipasi antrean panjang di Gerbang Tol (GT), pihaknya telah menyiapkan 600 personel yang disebut dengan tim Jawara Banten.

Jawara itu, menurut Ade untuk membantu mengurai antrean dengan sistem jemput bola atau membawa mobile reader sebagai alat untuk mempercepat proses transaksi bila terjadi kepadatan di jalur tol.

Penulis: Ega Alfreda

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Pasca Tsunami di Banten, Volume Kendaraan Tol Tangerang-Merak Menurun di Musim Liburan

Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved