Sudah 99,4 Persen Kelar, LRT Kelapa Gading-Velodrome Beroperasi Maret

Terkait tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome yang akan ditetapkan, Menhub menyebut nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sudah 99,4 Persen Kelar, LRT Kelapa Gading-Velodrome Beroperasi Maret
Warta Kota/Alex Suban
Kereta Light Rail Transit (LRT) melintas di dekat Stasiun Velodrome, Jalan Kayu Putih Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, menuju Stasiun Kelapa Gading, Jakarta Utara PP, saat uji coba untuk masyarakat, Kamis (13/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading - Velodrome Rawamangun akan segera beroperasi pada bulan Maret 2019.

“Insyaallah akhir Maret selesai. Karena bagian signal dan depo itu yang belum selesai. Akhir Maret baru dioperasikan. Tidak ada kendala lain. Jadi kita tunggu konstruksi berkaitan dengan signal dan depo selesai,” kata Menhub saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (24/2).

Saat ini progres pembangunan LRT Jakarta per 21 Februari kemarin secara keseluruhan sudah mencapai 99,4%.

Lebih lanjut dijelaskan Menhub terkait penyelesaian hal-hal yang belum selesai pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor PT Jakpro untuk selanjutnya akan segera dilakukan sertifikasi guna memastikan keselamatan dan keamanan pengoperasian LRT ini nantinya.

“Tim saya sudah berkoordinasi dengan developernya itu selesainya kira-kira pertengahan Maret setelah itu kita sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai,” ungkapnya.

Baca: Terdakwa Kasus Pembunuhan yang Terjun dari Lantai 3 Rutan Padang, Masih Terbaring di RSUP M Djamil

Terkait tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome yang akan ditetapkan, Menhub menyebut nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Banyak manfaat yang akan diperoleh dengan beroperasinya LRT Jakarta ini. Diantaranya yaitu menjadi solusi mengurangi kemacetan di Jakarta, sebagai modal shifting atau moda pilihan selain kendaraan pribadi, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, dan menjadi moda transportasi yang ramah lingkungan. Terlebih lagi LRT ini nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi Transjakarta.

Baca: Cerita Sopir Batu Split Diminta Ngaku Perkosa Bidan: Tak Ada Bercak Sperma, Pelaku Ngaku Orang Polda

Oleh karena itu Menhub mengajak masyarakat untuk berubah dari menggunakan angkutan pribadi ke angkutan massal.

“Masyarakat memang harus dirubah pola berkendaraannya dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Ini butuh suatu culture yang mau berkorban mesti jalan sekian meter, harus dilakukan angkutan massal yang lain itu menjadi konsekuensi. Angkutan massal adalah suatu keniscayaan suatu kota besar, tidak mungkin kota besar itu tanpa angkutan massal,” ucapnya.

Kereta LRT Jakarta ini memiliki panjang lintasan sekitar 5,7 km dari Kelapa Gading - Velodrome, melewati 6 (enam) Stasiun elevated/layang yaitu : Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur dan 1 buah Depo LRT.

Baca: Terdakwa Kasus Pembunuhan yang Terjun dari Lantai 3 Rutan Padang, Masih Terbaring di RSUP M Djamil

Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading - Velodrome dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai kontraktor pembangunan sekaligus nantinya akan menjadi operator LRT rute Kelapa Gading - Velodrome.

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah melakukan pengujian sarana LRT Jakarta terhadap 8 trainset (16 sarana/kereta) yang akan dioperasikan. Dari 8 trainset tersebut, 4 trainset telah terbit sertifikat pengujian oleh Ditjen Perkeretaapian dan 4 trainset lainnya dalam proses penerbitan.

Berdasarkan timeline dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, pada 4 Maret 2019 Ditjen Perkeretaapian akan melakukan safety assesment atau penilaian aspek keselamatan tahap 2.

Lalu pada 11 Maret 2019, PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana proyek melakukan proses izin usaha, izin operasi, PSO, penetapan tarif, dan permohonan operasi ke Gubernur DKI Jakarta. Jika proses tersebut berjalan lancar, maka LRT sudah bisa dioperasikan secara komersil pada 18 Maret 2019. 

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved