YLKI Minta Menhub Melarang Adanya Ruang Merokok di Bus AKAP

Menurut YLKI, penyediaan ruang khusus merokok itu telah melanggar Undang-Undang Kesehatan.

YLKI Minta Menhub Melarang Adanya Ruang Merokok di Bus AKAP
TRIBUNNEWS/APFIA
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti adanya ruang merokok dalam bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Menurut YLKI, penyediaan ruang khusus merokok itu telah melanggar Undang-Undang Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Menurut Tulus Abadi, masyarakat selaku pengguna angkutan umum, khususnya bus umum AKAP; berhak mendapat keamanan, keselamatan dan kenyamanan selama menggunakan angkutan umum.

Sehingga ditegaskannya, keberadaan ruang merokok dalam bus AKAP, jelas mengganggu aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang secara keseluruhan.

Baca: Tanggapi Puisi Neno Warisman di Munajat 212, Wapres Jusuf Kalla: Itu Kampanye yang Keliru

"YLKI mendapatkan masukan, keluhan dan pernah menjumpai secara langsung, adanya smoking room dalam bus AKAP. Ironisnya hal itu terdapat dalam bus Damri, dan Bus Trans Jawa," ungkap Tulus Abadi dalam siaran tertulis pada Minggu (24/2/2019).

Lebih lanjut dipaparkannya, keberadaan ruang merokok dalam bus melanggar sejumlah peraturan, antara lain:

- Pasal 115 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa angkutan umum adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan dilarang keras adanya ruang merokok.

- Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Produk Rokok sebagai Zat Adiktif.

Sedangkan tempat umum dan tempat kerja yang juga sebagai KTR memang diperbolehkan menyediakan ruang merokok atau smoking room.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved