Ahli Ekobiologi Jelaskan Kandungan Berbahaya di Dalam Kerang Hijau Teluk Jakarta

Berdasarkan hasil penelitiannya, pencemaran logam berat tersebut berasal dari limbah domestik dan limbah pabrik industri yang dibuang ke sungai

KONTAN/ELISABETH AVENTA
Warga nelayan mengolah kerang hijau di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Bidang Ekobiologi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Etty Riani menjelaskan mengenai logam berat yang terkandung di dalam kerang hijau di Teluk Jakarta.

Etty menjelaskan, logam tersebut dapat memicu penyakit kanker dan penyakit degeneratif non-kanker bagi manusia yang mengonsumsinya.

Baca: Sudin KPKP Jakarta Utara Pastikan Kerang Hijau di Teluk Jakarta Beracun, Tak Layak Dikonsumsi

"Kalau untuk kerang hijau, batasnya 0,002 kilogram per minggu, itu batas makan kerang hijau untuk anak-anak dilihat dari kandungan logam Pb (timbal), sedangkan kalau dilihat dari kandungan Hg (merkuri)-nya hanya boleh 0,002 kilogram per minggu dan jika dilihat dari Cd (Kadmium) boleh sampai dengan 0,024 kilogram per minggu. Selebihnya akan sangat berpotensi terkena penyakit," ucap Etty saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/2/2019).

Etty melakukan penelitian di Teluk Jakarta bertahun-tahun.

Berdasarkan hasil penelitiannya, pencemaran logam berat tersebut berasal dari limbah domestik dan limbah pabrik industri yang dibuang ke sungai.

Ia mengatakan, kadar zat logam berat yang ada di ikan berbeda dengan kerang. Di ikan dari Teluk Jakarta, menurut dia, ada kandungan logam berat timbal (Pb) dan merkuri (Hg).

Sementara itu, pada kerang hijau, hampir semua logam berat ada di dalamnya.

"Yakni Hg (merkuri), Cd (kadmium), Pb (timbal), Cr (krom), dan Sn (timah) tinggi sehingga membahayakan," ujar Etty.

Atas dasar itulah ia tidak menyarankan untuk mengonsumsi kerang hijau dari Teluk Jakarta.

Kendati demikian, kata dia, tidak semua kerang hijau tercemar logam berat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved