Dinkes DKI Ungkap Sekira 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD

Adanya angka yang mencapai 100 RW, Widyastuti mengakui bahwa angka bebas jentik nyamuk aedes aegypti masih kurang di bawah target

Dinkes DKI Ungkap Sekira 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
PENCEGAHAN DBD - Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan fogging di pemukiman warga Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (25/3). Pengasapan tersebut dilakukan sebagai langkah membasmi dan mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), disamping itu Kecamatan Dayeuhkolot menjadi salah satu daerah endemis DBD. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menetapkan sekira 100 Rukun Warga (RW) di lima kota administrasi yang ada di DKI Jakarta rawan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pemetaan ini dilakukan pihaknya lantaran penyebaran DBD di tiga wilayah rawan ini tidak merata.

Baca: Sempat Kejang dan Pendarahan, Perawat RSUD Bandar Lampung Meninggal Dunia Diduga karena DBD

"Kita sudah memetakan sampai tingkat RW rawan. Karena 3 wilayah enggak semuanya merah, artinya ada fokus - fokus di daerah tertentu. Ada 100-an RW rawan," kata Widyastuti saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

Adanya angka yang mencapai 100 RW, Widyastuti mengakui bahwa angka bebas jentik nyamuk aedes aegypti masih kurang di bawah target.

"Angka bebas jentiknya masih kurang dibawah target. Jadi 1 RW lebih dari tiga orang dalam masa inkubasi, itu kita anggap RW rawan," ungkap Widyastuti.

Namun Widyastuti enggan menjelaskan secara detail berapa kasus DBD di Jakarta per bulan Februari 2019 ini.

Menurutnya naik atau turunya kasus DBD bukan persoalan penting, yang lebih penting sejauh ini kasus masih terkendali.

"Bukan masalah naik atau turunnya tapi yang terpenting adalah terkendali. Respon time karena memang secara banyak faktornya seperti daya tahan tubuh kurang, kelembapan udara. Apalagi BMKG prediksi Maret sampai April udara masih seperti ini menyebabkan banyak nyamuk," ungkap Widyastuti.

DBD renggut nyawa bocah SD

Deman Berdarah Dengue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved