DKI Bakal Impor Bawang Putih dari China untuk Stabilkan Harga

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengimpor bawang putih dari China untuk menstabilkan harga bawang putih

DKI Bakal Impor Bawang Putih dari China untuk Stabilkan Harga
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pedagang sayur melayani warga yang membeli bawang putih di Pasar Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Minggu (5/5/2019). Menjelang Ramadan 1440 H/2019, harga bawah putih melonjak naik dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 100.000 per kg. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengimpor bawang putih dari China untuk menstabilkan harga bawang putih yang mahal.

"Bawang putihnya dari Laiwu sana Hainan, China," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi di Jakarta Timur, Selasa (7/5/2019).

Arief mengatakan, stok yang kurang menjadi alasan harga bawang putih meroket.

Namun, ia membantah kekurangan pasokan dikarenakan puluhan importir bawang putih nakal di-blacklist.

"Tidak, ini pastinya menteri pertanian, menteri perdagangan, punya kalkulasi, pak menteri perekonomian punya kalkulasi sehingga menerbitkan RIPH (rekomendasi impor produk hortikultura) dan persetujuan impor sesuai kebutuhan, jadi tidak berlebih," ujar Arief.

Baca: Bawang Putih Dijual Rp 10.000, Emak-emak di Cilincing Semringah

Baca: Hari Pertama Ramadan Harga Bawang Putih Tembus Rp 100.000, Harga Daging Sapi dan Ayam pun Naik

Kebutuhan bawang putih di DKI mencapai 30 ton per hari. Dalam sepekan, rata-rata dibutuhkan 10 sampai 11 kontainer untuk memenuhi kekurangan pasokan. Satu kontainer sama dengan 29 ton.

"Kemarin kita baru bongkar satu kontainer, nanti malam kita bongkar lagi satu kontainer. Jadi selama 3-4 hari ke depan kita akan punya lima kontainer. Itu cukup untuk dorong ke Perumda Pasar Jaya," kata Arief.

Diberitakan sebelumnya, memasuki Ramadhan, harga bawang putih di pasar melonjak hingga dua kali lipat.

Pedagang sayur melayani warga yang membeli bawang putih di Pasar Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Minggu (5/5/2019). Menjelang Ramadan 1440 H/2019, harga bawah putih melonjak naik dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 100.000 per kg. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Pedagang sayur melayani warga yang membeli bawang putih di Pasar Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Minggu (5/5/2019). Menjelang Ramadan 1440 H/2019, harga bawah putih melonjak naik dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 100.000 per kg. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Di situs pemantau harga DKI, infopangan.jakarta.go.id, harga bawang putih mencapai Rp 80.000 per kilogram di Pasar Glodok.

Di Pasar Kramatjati, harga bawang putih juga mencapai Rp 80.000 pada Sabtu (4/5/2019) dan Minggu (5/5/2019).

Normalnya, harga bawang putih berkisar di angka Rp 20.000-Rp 30.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawang Putih Mahal, DKI Impor dari China"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved