Konvoi Puluhan Anggota Geng Motor dari Bekasi ke Jakarta Berakhir di Kantor Polisi

Kapolres mengatakan puluhan remaja tanggung yang menarik motor secara berboncengan itu diamankan saat melintas di wilayah Kecamatan Matraman.

Konvoi Puluhan Anggota Geng Motor dari Bekasi ke Jakarta Berakhir di Kantor Polisi
Instagram.com/infokejadiansemarang
Foto ilustrasi penangkapan anggota geng motor. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 30 remaja yang menggelar konvoi dari Bekasi ke Masjid Istiqlal dan diduga hendak tawuran diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Timur dini hari tadi sekira pukul 04.50 WIB.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan puluhan remaja tanggung yang menarik motor secara berboncengan itu diamankan saat melintas di wilayah Kecamatan Matraman.

"Setelah sahur kita mengamankan gerombolan anak-anak muda, mereka beralasan sahur on the road. Kami amankan karena mengantisipasi tawuran yang cukup marak akhir-akhir ini," kata Ady di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (12/5/2019).

Saat digelandang ke Mapolres Jakarta Timur untuk diperiksa, Ady menuturkan tak ditemukan senjata tajam, namun kebanyakan dari mereka tak memiliki SIM sehingga ditilang.

Pun begitu, puluhan remaja yang konvoi sambil membawa bendera masing-masing gengnya itu tetap dibina guna memberi rasa jera dan tidak melakukan hal serupa.

"Ini adalah potensi-potensi yang harus kita hilangkan. Kalau mereka positif, tidak ada masalah. Apalagi kalau lintas wilayah seperti ini, takutnya nanti ada gesekan. Harus kita sikapi dengan baik juga," ujarnya.

Baca: Hari ini, KPU Menjadwalkan Rekapitulasi Suara 5 Provinsi

Baca: Bersama Kapolda, Pangdam dan FKUB, Ganjar Tunggui Pleno KPU Hingga Dinihari

Baca: Empat Makanan Manis Khas Ramadan yang Populer, Salah Satunya Kolak

Baca: Indonesia Naik Kelas Menjadi Anggota G20, Kehadiran Mentan Amran di Jepang Dinanti Banyak Pihak

Ady menyebut jajaran Polres Jakarta Timur bakal terus menggencarkan patroli guna mencegah kejahatan jalanan dan gangguan keamanan terjadi.

Pasalnya aksi tawuran dan balap liar selalu merusak ketenangan bulan Ramadan dari tahun ke tahun, bahkan kerap menimbulkan korban luka.

"Kita berikan pembinaan, kita harapkan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Jadi terkait antisipasi kita di bulan Ramadan, aksi tawuran, balap liar, dan sebagainya," tuturnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved