Sisi Lain Kerusuhan Aksi 22 Mei 2019, Kisah Pedagang Dijarah hingga Kerja Keras Petugas Kebersihan

Sisi lain kerusuhan 22 Mei 2019, kisah pedagang dijarah hingga kerja keras petugas kebersihan.

Sisi Lain Kerusuhan Aksi 22 Mei 2019, Kisah Pedagang Dijarah hingga Kerja Keras Petugas Kebersihan
Kompas.com Ardito Ramadhan D / Tribunnews JEPRIMA
Sisi lain kerusuhan 22 Mei 2019, kisah pedagang dijarah hingga kerja keras petugas kebersihan. 

Anggota Brimob yang diketahui bernama Rahmat tersebut mendapat tawaran liburan gratis sekeluarga ke Bali.

Tawaran tersebut berasal dari sebuah agensi perjalanan a3tnt melalui unggahan di Instagram.

Baca: Lima Orang Jadi Tersangka Kasus Ambulans Bawa Batu Saat Aksi Massa 22 Mei

3. Pasukan oranye angkut 3,6 ton sampah di KS Tubun

Petugas Oranye sebut sampah di KS Tubun capai 3,6 ton pada Kamis (23/05/2019).
Petugas Oranye sebut sampah di KS Tubun capai 3,6 ton pada Kamis (23/05/2019). (KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUM)

Pada Kamis (23/5/2019), petugas oranye turun ke jalan untuk membersihkan kawasan Jalan KS Tubun setelah situasi kembali normal.

Seorang petugas oranye, Suharlan, menyebutkan sampah yang terkumpul mencapai 72 karung dengan berat total mencapai 3,6 ton.

Ia dan kawan-kawannya bekerja mengumpulkan sampah sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB.

"Rata-rata isi sampahnya itu ban bekas, beling, dan batu," ujar Suharlan saat ditemui di area Asrama Polisi pada Kamis (23/05/2019).

Petugas kebersihan di kawasan Sarinah juga terlihat mengangkut batu-batu yang berserakan di jalanan.

Batu-batu tersebut bersumber dari kerusuhan yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) hingga Kamis dini haru.

"Kurang tahu nih berapa kilo sudah sampah batunya. Sudah berapa kali bolak-balik dari yang shift pagi sampai sekarang, batu enggak habis-habis," kata seorang petugas kebersihan.

Baca: Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Warga NU Tak Ikut Aksi Massa 22 Mei

Tak hanya itu, petugas di kawasan Sarinah bahkan masih harus menghirup sisa-sisa gas air mata.

"Masih kerasa nih (gas air mata) apalagi kalau nunduk," ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, polisi sempat membalas aksi rusuh oknum massa dengan suar, gas air mata, dan meriam air.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved