Pria Sebatangkara di Bekasi Ditemukan Tewas di Rumahnya

Seorang pria berusia 40 tahun bernama Nindi ditemukan tewas di sebuah rumah dekat polder air, RT04, RW05, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur

Pria Sebatangkara di Bekasi Ditemukan Tewas di Rumahnya
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
TKP penemuan jasad pria di sebuah rumah dekat polder air Aren Jaya, RT04, RW05, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Seorang pria berusia 40 tahun bernama Nindi ditemukan tewas di sebuah rumah dekat polder air, RT04, RW05, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (30/6/2019).

Penemuan jasad Nindi berawal ketika seorang warga curiga mencium bau busuk dari dalam rumah.

Sekitar pukul 08.00 WIB, ketua RW setempat langsung mengecek ke dalam rumah dan mendapati penghuninya sudah tidak bernyawa.

"Dari situ mulai dikabarin keluarga, sama polisi, karena udah bau busuk terus meninggalnya enggak ada yang tahu jadi keluarga nunggu polisi datang," kata Maria (51) seorang kerabat Nindi saat dijumpai di tempat kejadian perkara.

Baca: Ke Manado untuk Kunjungi Anaknya yang Kuliah, Pria Kaget Temukan Anak Gantung Diri di Kos

Baca: Mengorek Informasi di Lingkungan Tempat Tinggal Terduga Teroris yang Sudah Buron 16 Tahun

Baca: Dua Makna di Balik Ajakan Jokowi Kepada Prabowo Soal Membangun Bangsa

Polisi datang sekitar pukul 12.00 WIB, jasad Nindi ditemukan dalam posisi terlungkup tanpa busana.

Dia tewas diperkirakan sudah tiga hari yang lalu dan tidak ada tetangga yang mengetahui.

"Udah bau busuk awalnya warga kira bangkai, tapi baunya beda lebih menyengat, terus setiap hari diakan biasanya keluar, dua hari terakhir emang enggak keliatan udah makin curiga warga sini," jelas dia.

Nindi tinggal di rumah tersebut seorang diri, pria berusia 40 tahun ini sudah lama sebantangkara usai cerai dengan istrinya.

"Udah lama cerai, anak istrinya enggak tinggal di sini, setiap hari dia kerjanya serabutan, kadang nyupirin orang, kadang mancing di danau (polder air)," jelas dia.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved