Gelar 18 Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius Ladja di Ancol, Polisi Soroti Adegan ke-13 dan 14

Polisi menggelar 18 rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang pria bernama Hilarius Ladja di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara

Gelar 18 Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius Ladja di Ancol, Polisi Soroti Adegan ke-13 dan 14
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Polres Metro Jakarta Utara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Hilarius Ladja (31) di Pantai Lagoon, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara pada Jumat (12/7/2019) 

"Saya kurang tahu kasusnya apaan, cuman tadi nanya-nanya katanya pembunuhan ya. Itu ada miras juga gitu," kata Abdullah.

Meski perhatiannya teralihkan sejenak ke proses rekonstruksi, Abdullah tetap mengawasi anak-anaknya yang main di tepi pantai.

Perhatian pengunjung lainnya, Jonas (35), juga teralihkan dengan adanya gelaran rekonstruksi.

Ia sempat bingung pagi tadi ketika berjalan ke tepi pantai. Sebab, garis polisi sudah terpasang di pantai dekat tempat makan A&W.

"Rencananya sih mau liburan ke pantai bawa keluarga. Pertama bingung pas jalan ke pantai wah ada apa nih, eh taunya ada rekonstruksi ya," kata Jonas.

Jonas awalnya tak tahu menahu kasus apa yang diperagakan dalam rekonstruksi ini.

Namun, setelah ia bertanya-tanya, ia akhirnya tahu bahwa rekonstruksi adalah tentang pembunuhan.

"Ternyata pembunuhan ya. Ya seharusnya ada pengawasan lebih aja sih, jadi ngeri juga sih tapi kan kejadiannya malam ya, ya kalau pagi ke sini mudah-mudahan aman-aman aja," katanya.

Kedua pelaku ditangkap usai melakukan penusukan terhadap korban di Pantai Beach Pool Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri ke dua tempat berbeda.

Penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan pada Selasa (2/7/2019) lalu usai polisi melakukan olah TKP. Jadri ditangkap di tempat pelariannya di Yogyakarta, sementara Aped ditangkap di Tanjung Priok.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain pisau, pakaian korban, jam tangan bernoda darah, batu hebel bernoda darah, dan handphone.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Mabuk dan Tak Sangka Korban tewas

Kedua pelaku penganiayaan berujung kematian terhadap Hilarius Ladja (31) saat diekspos di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (5/7/2019).
Kedua pelaku penganiayaan berujung kematian terhadap Hilarius Ladja (31) saat diekspos di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (5/7/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Baca: Polisi Identifikasi Pembunuh Hilarius Ladja Lewat Rekaman CCTV

Jadri (27) dan Alfredo alias Aped (30), pelaku penusukan terhadap Hilarius Ladja (31) harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di penjara.

Hal itu karena pada Minggu (30/6/2019) lalu di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, mereka dengan gelap mata menikam korban hingga tewas dengan sembilam luka tusuk.

Hilarius ditusuk dalam kondisi mabuk oleh Jadri yang juga dalam kondisi setengah sadar lantaran pelaku tersinggung dengan ucapan bernada menantang dari korban.

Berdasarkan pengakuan Aped, ia mengaku tidak menyangka korban akan meregang nyawa.

Sebab, Aped niatnya hanya menyuruh Jadri untuk menusuk korban untuk memberikan teguran kepada korban.

"Saya nggak berpikir meninggal cuma teguran doang. Spontan korban nggak bisa ditenangin," kata Aped di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (5/7/2019).

Aped, yang juga berada dalam kondisi mabuk pada saat kejadian, mengaku bahwa penusukan terjadi setelah ada cekcok dengan korban.

Menurut Aped, baik dirinya maupun Jadri sama sekali tak memiliki dendam pribadi dengan korban.

"Posisinya sudah lama prosesnya baru kejadian (penusukan). Nggak ada dendam pribadi," kata Aped.

Adapun setelah penusukan terjadi, Aped segera mengajak Jadri melarikan diri dari lokasi kejadian.

Mereka berdua meninggalkan lokasi kejadian dalam keadaan panik.

"Dia panik, saya panik juga," ucap dia.

Adapun menurut Jadri, pisau yang ia gunakan untuk menusuk korban adalah pisau milik pribadi.

Ia mengaku selalu membawa pisau itu untuk menjaga apabila sewaktu-waktu ada ancaman.

"Bawa pisau buat jaga-jaga. Tapi nggak pernah diserang," ucap Jadri.

Penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan pada Selasa (2/7/2019) lalu usai polisi melakukan olah TKP.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain pisau, pakaian korban, jam tangan bernoda darah, batu hebel bernoda darah, dan handphone.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis : Gerald Leonardo Agustino

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul : 18 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius di Pantai Ancol

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved