Pencari Suaka yang Terlantar di Kebon Sirih Dipindahkan ke Gedung Kodim 0503/JB

Pemindahan ini dilakukan menginggat para imigran menempati lokasi yang tidak layak, terlebih banyak imigran yang memilik anak

Pencari Suaka yang Terlantar di Kebon Sirih Dipindahkan ke Gedung Kodim 0503/JB
WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Imigran pencari suaka terlihat berjajar didepan menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2019). Mereka berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Sudan. Mereka datang ke depan Menara Ravindo yang juga diketahui merupakan kantor UNHCR. Mereka datang untuk meminta tempat tinggal sambil menunggu keputusan suaka. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan Imigran yang sempat mendiami trotoar di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kini seluruhnya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih layak di Kalideres, Jakarta Barat.

Pemindahan ini dilakukan menginggat para imigran menempati lokasi yang tidak layak, terlebih banyak imigran yang memilik anak, bahkan ada juga imigran yang tengah hamil.

Mereka pun dipindahkan mengunakan 3 bus dari Kebon Sirih ke Kalideres Jakarta Barat dan menempati sebuah gedung di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat.

Gedung dua lantai itu direncanakan akan digunakan sebagai gedung Kodim 0503/JB namun gedung itu hingga saat ini kosong dan belum digunakan.

Mereka menempati sekitar 10 ruangan serta aula yang ada lantai II gedung. Terpal biru disediakan sebagai alas bagi para imigran untuk nantinya beristirahat di tempat ini.

Baca: Imigran Asing Berkeliaran, Warga Bintan Resah dan Ketakutan

Para imigran ini juga dipisahkan berdasarkan asal negara mereka. Yakni untuk Imigran asal Somalia menempati ruangan depan. Sedangkan yang berasal dari Afghanistan ditempatkan di bagian belakang.

Sementara itu, di halaman gedung beberapa tenda milik Kementerian Sosial juga telah dibangun untuk menampung imigran apabila jumlah mereka melebihi kapasitas.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan pemindahan imigran asal Timur Tengah ke tempat ini berdasarkan rasa kemanusiaan.

Sebab, keberadaan para imigran yang sebelumnya menempati trotoar di kawasan Kebon Sirih dianggap tidak layak dan mengganggu ketertiban umum.

"Maka setelah bergerak atas nama kemanusiaan maka bukan hanya provinsi tapi juga Indonesia, dunia juga harus mengaminkan dan medoakan supaya ini cepet cepet tuntas," kata Saefullah, Kamis (11/7/2019).
 

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved