Mengajak Generasi Milenial Berpikir Besar Ala Pancasila

DPP Duta Remaja Indonesia membuat rangkaian program Pancasila Fest mulai 1 Juni hingga 1 Oktober 2019.

Mengajak Generasi Milenial Berpikir Besar Ala Pancasila
HandOver/IST
Diskusi Ngobrolin Pancasila & Indonesia (NGOPI REMAJA) bertema: “Berpikir Besar Ala Pancasila” dalam series #2 ini yang menghadirkan narasumber wakil ketua MPR RI, Ahmad Basarah di Rumah Remaja Kreatif, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/ 2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Duta Remaja Indonesia membuat rangkaian program Pancasila Fest mulai 1 Juni hingga 1 Oktober 2019.

Satu di antara rangkaian program itu adalah diskusi series yaitu Ngobrolin Pancasila & Indonesia (NGOPI REMAJA) bertema: “Berpikir Besar Ala Pancasila” dalam series #2 ini yang menghadirkan narasumber wakil ketua MPR RI, Ahmad Basarah.

Acara ini juga dihadiri berbagai Organisasi Milenial, Komunitas Milenial, Aktivis, dan Mahasiswa dari beberapa Kampus di Jabodetabek, Kamis (1/8/ 2019) di Rumah Remaja Kreatif, Tebet, Jakarta Selatan.

"Tujuan rangkaian acara ini adalah membumikan Pancasila di kelompok milenial dengan membedah Pancasila secara santai dan ringan,"  kata Sekretaris Jendral Duta Remaja Indonesia, Dhika Yudistira.

Adapun Ahmad Basarah, pada cara tersebut menjabarkan, Pancasila bukan hanya diajarkan tapi juga dengan suri tauladan para pemimpin untuk memberikan contoh bagaimana hidup dalam negara Pancasila itu dipraktikkan.

Generasi milenial lah, katanya, yang akan menjadi tumpuan berhasil tidaknya bangsa ini menjadi salah satu negera terkemuka di dunia di masa mendatang.

Generasi millenial juga yang akan menjadi penjaga utama nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan jalan hidup bagi bangsa ini untuk tetap bersatu dan meraih kemajuan.

“Ciri generasi millenial itu kritis sehingga bagi mereka makna hakiki dari pengamalan nilai-nilai Pancasila adalah keteladanan. Bagi mereka, keteladanan terutama para pemimpin negeri ini adalah metode terbaik agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan bagi bangsa ini melangkah maju. Artinya, mereka tidak butuh jargon Pancasila yang hanya diteriakkan saja, tanpa ada contoh keteladanan dari para pemimpin bangsa,” kata dia.

"Dalam membumikan Pancasila harus melibatkan semua pihak. Bukan hanya MPR dan DPR. Karena yang akan menjalankan era berbangsa dan bernegara adalah generasi millenial. Tanpa Pancasila menjadi ideologi yang hidup, kita tentu was-was," ujar Ahmad Basarah di acara tersebut.

Menutup acara, moderator Boy Agustinus mengingatkan, bicara membahas Pancasila bersama teman teman millenial itu sangat penting.

"Pancasila tidak perlu lagi diajarkan secara formal dengan cara yang kaku, tetapi hal yang penting yaitu prakteknya. Dalam melaksanakan langkah itu perlu di wadahi oleh kelembagaan untuk bersama-sama menerapkan nilai Pancasila melalui sistem dan cara yang kekinian. Dan inilah tugas kita sebagai generasi millenial untuk tetap menjaga dan melestarikan Pancasila agar fungsi dan nilainya tidak punah," kata dia.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved