Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Listrik Padam, Penumpang Kereta Menumpuk di Stasiun Tanah Abang

Banyak penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya akibat kereta commuterline tidak dapat beroperasi akibat pemadaman listrik.

Listrik Padam, Penumpang Kereta Menumpuk di Stasiun Tanah Abang
TRIBUNNEWS.COM/FAHDI
Foto ilustrasi: Stasiun Tanah Abang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jabodetabek yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) siang membuat terjadinya penumpukan pengguna kereta commuterline di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Banyak penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya akibat kereta commuterline tidak dapat beroperasi akibat pemadaman listrik. 

Para pengunaan kereta commuterline yang sudah berada di dalam stasiun pun terpaksa keluar.

Mereka memilih melanjutkan perjalanannya memakai transportasi umum lainnya, seperti angkutan kota, bis  maupun ojek online.

Sedangkan para pengguna kereta commuterline yang memilih bertahan banyak terlihat duduk di pintu masuk Stasiun Tanah Abang.

Baca: Anthony Hillenaar Tanggapi Kabar Dirinya Blokir WhatsApp Ibunda Kriss Hatta

Baca: Live Streaming Borneo FC Vs PSS Sleman, Ujian Profesionalitas Rifal Lastori!

Baca: Hazanah, Jemaah Calon Haji Asal Aceh Timur Meninggal Dunia di Tanah Suci

Para penumpang memilih menunggu pasokan listrik ke kereta commuterline kembali normal.

Nindi (30), salah satu pengguna kereta comuterline, tampak kebingungan akibat terjadinya pemadaman listrik yang berimbas tidak beroperasinya kereta massal tersebut. 

Ia juga tidak terbiasa mengunakan transportasi umum menuju ke Bekasi. Setiap hari, ia hanya mengunakan kereta commuterline sebagai alat transportasi.

"Biasanya naik kereta commuterline. Makannya gara-gara listrik mati jadi bingung," kata Nindi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dayat (43), warga Rangkas Bitung, Banten, juga kesulitan pulang ke rumahnya setelah belanja pakaian di Pasar Tanah Abang.

Ia memilih menunggu hingga listrik kembali normal.

"Mau nggak mau nunggu sampai normal lagi. Kalau naik bis ribet dan mahal," ucapnya.
 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved