Seorang Mucikari Todongkan Pistol ke Petugas Saat Gerebek Lokasi Prostitusi

SATU dari petugas Satpol PP Kota Tangerang mendapat ancamam dari seorang mucikari pada Minggu (11/8/2019) dini hari tadi.

Seorang Mucikari Todongkan Pistol ke Petugas Saat Gerebek Lokasi Prostitusi
Andika Panduwinata/Warta Kota
Apel polisi saat hendak razia. 

TRIBUNNEWS.COM, TAGERANG -- SATU dari petugas Satpol PP Kota Tangerang mendapat ancamam dari seorang mucikari pada Minggu (11/8/2019) dini hari tadi.

Aparat tersebut ditodong pistol saat tengah melancarkan operasi praktik prostitusi.

Insiden tersebut berlangsung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang.
Ancaman ini bermula saat petugas mendatangi salah satu gubuk yang diduga kuat menjadi sarang prostitusi.

Gubuk - gubuk itu biasa dijadikan kencan oleh para wanita malam dengan pria hidung belang.

Di saat yang bersamaan datang seorang lelaki yang diduga menjadi beking para pekerja seks komersial tersebut.

Pria yang berprofesi sebagai mucikari ini menghampiri aparat dengan mengeluarkan senjata api yang diduga rakitan dari balik bajunya.

Baca: Meski Petik Kemenangan, Arsenal Tetap Dapat Kritikan dari Jose Mourinho

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 12 Agustus 2019, Taurus Kurang Fit, Aries Merasa Bebas

Baca: Ternyata Ini Motif Bagus Putu Wijaya Memacari Istri Orang Lalu Meghabisinya di Penginapan

Baca: Kekasih Yusuf Meminta Maaf ke Pemilik Asli Foto Intan Permata, Nangis-nangis Sudah Telanjur Sayang

"Lelaki tersebut memakai topi dan berkaos putih. Namun setelah yang bersangkutan mengetahui petugas saat itu tidak sendiri langsung berlari ke arah pintu masuk tembok ke dalam kebun lahan milik Kemenkumham," ujar Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli kepada Warta Kota, Minggu (11/8/2019).

Ghufron menjelaskan pihaknya yang saat itu dibantu oleh unsur TNI dan Polri sempat mengejar pria bertubuh tegap tersebut ke arah kebun kosong.

Namun karena kondisi yang saat itu gelap dan dikhawatirkan membahayakan petugas, pada akhirnya puluhan aparat ini ditarik mundur.

"Kami berada di posisi yang kurang menguntungkan pada saat itu.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved