Bongkar Sindikat Narkoba, Polisi Sita 82,827 Kilogram Ganja yang Disembunyikan Dalam Septic Tank

Ditresnarkoba Polda Banten berhasil membongkar kasus Narkoba di Kampung Padurung Wetan, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang

Bongkar Sindikat Narkoba, Polisi Sita 82,827 Kilogram Ganja yang Disembunyikan Dalam Septic Tank
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Sebanyak 82,827 kilogram ganja yang disembunyikan dalam septic tank berhasil di ungkap oleh Ditresnarkoba Polda Banten. Polisi membongkar kasus ini di Kampung Padurung Wetan, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ditresnarkoba Polda Banten berhasil membongkar kasus Narkoba di Kampung Padurung Wetan, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (9/9/2019).

82,827 kilogram ganja yang disembunyikan dalam septic tank berhasil diamankan kepolisian.

Dirnarkoba Kombes Yohanes Hernowo menjelaskan pengungkapan ganja seberat 82,827 kilogram merupakan hasil pengembangan dari tersangka narkoba jenis sabu berinsial MD.

Tersangka MD diamankan di wilayah Cipocok Jaya, Sabtu (7/9/2019) dengan barang bukti 500 gram narkotika jenis sabu.

Baca: Kisah Perjuangan Hidup Abdul Wahab Penuh Semangat Selama 63 Tahun Derita Kusta

"Ganja kurang lebih 82,827 kilogram berhasil kami amankan tadi pagi dari hasil pengembangan. Ganja disembunyikan oleh pelaku di dalam septic tank dan berhasil diendus anggota kita," kata Yohanes.

Selain mengamankan barang bukti ganja yang akan diedarkan di wilayah Serang dan sekitarnya itu, petugas juga mengamankan lima terduga pelaku.

Mereka di antaranya Ju (48), Ek (24) Re (25), Do (25) dan Md (24).

Baca: SBY Singgung soal Demokrasi: Tak Harus Diselesaikan Sistem One Person One Vote

"Ada lima orang yang dimanakan. Namun, peran-perannya masih dalam pemeriksaan karena masih baru diamankan," ucapnya.

Ia mengungkapkan barang bukti ganja tersebut sebelumnya dikirim dari wilayah Sumatra ke Banten melalui jasa pengiriman barang.

"Setelah kami amankan kelima tersangka, kemudian dikembangkan kasus ini untuk menyelediki lebih lanjut," ujar Yohanes.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved