Aturan Ganjil Genap

Tambahan Bus Transjakarta Disiapkan di Sepanjang Jalan yang Diterapkan Perluasan Ganjil-genap

Perluasan pembatasan kendaraan menggunakan sistem ganjil-genap, hari ini (9/9/2019) diterapkan di 25 ruas jalan dengan penindakan hukum.

Tambahan Bus Transjakarta Disiapkan di Sepanjang Jalan yang Diterapkan Perluasan Ganjil-genap
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Rambu tulisan "Exit Tol Kawasan Ganjil Genap" dipasang jelang pintu keluar Jalan Tol Lingkar Dalam Wiyoto Wiyono, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). Pemprov DKI Jakarta akan mulai memberlakukan perluasan sistem ganjil genap di kawasan itu pada 9 September 2019. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perluasan pembatasan kendaraan menggunakan sistem ganjil-genap, hari ini (9/9/2019) diterapkan di 25 ruas jalan dengan penindakan hukum.

Tambahan bus Transjakarta disiapkan di sepanjang ruas jalan yang diterapkan perluasan ganjil-genap.

Perluasan ganjil genap ini diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019, dan mulai berlaku 9 September. Sebelumnya, yakni 12 Agustus-6 September, diberlakukan uji coba.

Namun, Khusus Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Diponegoro sampai simpang Jalan Matraman, tidak berlaku ganjil genap untuk memudahkan warga yang keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jalan Diponegoro.

Baca: 1.278 Hotspot di Pulau Sumatera, Paling Banyak Jambi 504 Titik

Baca: Gara-gara Ikuti Peraturan saat Isi Bensin di SPBU, Pengendara Motor Ini Justru Dilihatin Orang

Baca: Generasi Baru Nissan Juke Meluncur, Berpeluang Masuk Indonesia?

Ganjil-genap berlaku pada Senin-Jumat pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00. Aturan tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Selain itu, aturan juga berlaku di simpang pintu masuk dan pintu keluar tol.

Ada 13 jenis kendaraan yang dikecualikan dari kebijakan tersebut. Adapun taksi daring berpelat hitam tetap terkena aturan ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Minggu (8/9), mengatakan, evaluasi selama uji coba perluasan ganjil genap berdampak positif.

Kecepatan rata-rata kendaraan di ruas ganjl-genap meningkat 8,9 persen dari sebelumnya menjadi 28,16 kilometer per jam. Rata-rata waktu tempuh kendaraan turun 9,83 persen. Polusi udara juga diklaim turun 13-18 persen. Volume kendaraan turun 21.07 persen pada tanggal ganjil, dan 16,63 persen tanggal genap.

“Evaluasi uji coba tiga minggu terakhir, kebijakan ini cukup efektif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas,” katanya.

Untuk mengawasi kendaraan pada hari pertama penerapan ganjil-genap dengan penindakan hukum, Dishub akan mengerahkan sekitar 500 personel di 16 ruas jalan yang diberlakukan. Kelengkapan sarana yaitu rambu-rambu lalu lintas juga sudah sepenuhnya terpasang sejak sebulan lalu.

“Waktu sosialisasi kami anggap sudah cukup dan besok akan diterapkan sanksi tilang oleh petugas kepolisian,” kata Syafrin.

Kepala Sub Direktorat Penindakan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Muhammad Nasir menambahkan, polisi bisa menegakkan hukum dengan terbitnya Pergub Nomor 88 Tahun 2019.

“Bagi pelanggar aturan ganji-genap ini akan dikenai sanksi sesuai aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan denda maksimal Rp 500.000.”

Sebanyak 1.061 personel polisi lalu lintas disiagakan untuk mengawasi jalannya aturan tersebut. (Harian Kompas/Dea/Gao)

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved