Cari Jawaban kenapa Suhu Udara Kelewat Panas, Netizen Kepoin Akun Instagram BMKG

kun resmi Instargram BMKG menjadi sasaran netizen untuk mencari informasi penyebab suhu udara terasa panas hari ini.

Cari Jawaban kenapa Suhu Udara Kelewat Panas, Netizen Kepoin Akun Instagram BMKG
Istimewa
Ilustrasi Cuaca Panas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Akun resmi Instargram BMKG menjadi sasaran netizen untuk mencari informasi penyebab suhu udara terasa panas hari ini.

Di aplikasi cuaca ponsel tercatat suhu udara di Jakarta tembus sampai 36 derajat Celcius selewat tengah hari tadi.

Misalnya saja dari tmax.indonesia. “Mohon info bmkg di solo cuaca sampai 37 C bahkan krmn terasa 38 C .. kami rasakan sangat panas luar biasa sampai 2 di luar pun panas nya gila , apa yang terjadi kapan musim penghujan tiba? Makasi.”

Tak ketinggalan, akun fahrudin_cip juga menanyakan hal yang sama. “Min kok panas bgt hari ini yaa , gk kya biasa.a di jkt ??.”
Pertanyaan serupa juga disampaikan _van.guerro. “Di jakarta panas banget min 36 C.”

Semua lontaran pertanyaan itu belum mendapat respons dari admin Instagram @infobmkg.

Baca: Peringatan Dini Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi dari BMKG Besok, Rabu 11 September 2019

Seperti diberitakan, Indonesia disebut sedang mengalami fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Indonesia. Fenomena ini kemungkinan terjadi hingga Oktober mendatang.

Mengutip dari Instagram @infobmkg, terjadi kulminasi matahari mulai Minggu (8/9/2019) di Sebang Aceh hingga Senin (21/9/2019) di Seba NTT.

Hal ini menyebabkan bayangan benda tegak bertumpuk dengan bendanya. Fenomena ini juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.
Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengatam fenomen ini disebut dengan kulminasi utama.

Pada saat tesebut, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Peristiwa ini membuat bayangan benda tegak tampak menghilang karena bertumpuk dengan benda tersebut.

Fenomena hari tanpa bayangan dapat terjadi karena adanya bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi yang tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved