Kampanye Sosial Bertajuk #MainKePasar Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

Pasar tradisional jadi pusat perekonomian suatu wilayah merupakan potensi serta landmark yang memiliki karakteristik berbeda dengan pasar swalayan

Kampanye Sosial Bertajuk #MainKePasar Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat
istimewa
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (Polimedia Kreatif) menggelar kampanye sosial bertajuk #MainKePasar sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (Polimedia Kreatif) menggelar kampanye sosial bertajuk #MainKePasar sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi.

Kegiatan kampanye sosial ini diadakan di kawasan pasar tradisional di Pasar Minggu yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa di Program studi Periklanan.

Menurut Rizky Kertanegara, selaku Koordinator Program Studi Periklanan, kampanye sosial bertajuk #MainKePasar ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada mahasiswa yang sebagian besar sudah menjadi bagian dari generasi milenial dan genZ, yang relatif jarang mengunjungi pasar tradisional.

“Memasuki era digital, budaya pergi ke pasar tradisional sudah mulai terkikis, terlebih dengan munculnya berbagai alternatif tempat perbelanjaan modern, mulai dari pasar swalayan, convenience store, hingga platform jual beli online,” tutur Rizky di Jakarta belum lama ini.

Rizky mengatakan, sampai saat ini, pasar tradisional sebagai salah satu pusat perekonomian suatu wilayah merupakan potensi serta landmark yang memiliki karakteristik berbeda dengan pasar swalayan, maupun platform jual beli online.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan dari pasar tradisional pada saat sekarang ini adalah dengan menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu objek wisata urban, yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para generasi milenial dan genZ.

Baca: Wagub Jabar: Industri Pasar Modal Syariah Harus Inklusif

“Dengan kampanye bertajuk #MainKePasar ini, kami juga berharap mahasiswa di program studi periklanan mendapatkan experience yang baru dan berbeda," katanya.

Pengalaman itu nantinya, kata dia akan bagikan melalui akun media sosial mereka, sehingga dapat memancing generasi milenial, bahkan generasi Z yang lebih muda untuk mendapatkan pengalaman baru di pasar tradisional juga.

“Hal ini tentunya juga akan membantu para pedagang di pasar tradisional mendapatkan exposure di kalangan generasi milenial yang saat ini menjadi segmen yang jarang mengunjungi pasar tradisional,” tambahnya.

Difa Nasution selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Periklanan Polimedia Jakarta pun menyambut baik kegiatan kampanye sosial #MainKePasar.

Difa menganggap, kolaborasi antara mahasiswa dan dosen di program studi periklanan Polimedia ini dapat mengoptimalkan fungsi tri dharma perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat.

Baca: Materi Kuliah Sebut Ada 300 Juta Muslim Radikal, Mahasiswa Ini Laporkan Kampusnya ke Komisi HAM

Kampanye sosial #MainKePasar yang melibatkan peran aktif antara dosen dan mahasiswa di prodi periklanan Polimedia menjadi bentuk kolaborasi yang ideal dari kampus ke masyarakat.

Terlebih, sebagai mahasiswa periklanan, saat ini memerlukan wadah pengabdian masyarakat yang sesuai dengan bidang studi yang sedang dipelajari.

"Mahasiswa juga dapat mengetahui secara langsung bagaimana membentuk strategi komunikasi pemasaran, terutama di era digital 4.0 seperti saat ini,” kata Difa.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved