Polemik KPK

Ratusan Polisi Masih Berjaga di Gedung KPK Malam Ini Meski Aksi Unjuk Rasa Telah Bubar

atusan aparat Kepolisian masih disiagakan menjaga gedung yang terletak di daerah Kuningan, Jakarta Selatan itu

Ratusan Polisi Masih Berjaga di Gedung KPK Malam Ini Meski Aksi Unjuk Rasa Telah Bubar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa membakar karangan bunga saat unjuk rasa yang berakhir ricuh di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Dalam aksi yang mendukung revisi UU KPK itu, massa merusak karangan bunga, melempar batu dan kayu serta memaksa masuk ke halaman kantor KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi depan gedung Merah Putih KPK hari ini, Sabtu (14/9/2019) telah membubarkan diri sejak pukul.17.50 WIB.

Ratusan aparat Kepolisian masih disiagakan menjaga gedung yang terletak di daerah Kuningan, Jakarta Selatan itu.

Baca: Aksi Massa di Gedung KPK Seragam, Tuntut Perbaikan KPK

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, untuk mengawal aksi hari ini pihaknya menurunkan 400 personel dan khusus malam ini disiagakan 100 personel.

"Untuk unjuk rasa ini kita menurunkan sekitar 400 personil. Selanjutnya, malam nanti, ada 100 personil untuk mengamankan, dan seterusnya. Ketika ada aksi Unjuk rasa, kita akan menurunkan personil sesuai dengan jumlah massa yang ada," ujar Bustoni yang ditemui di Gedung KPK.

Ia menuturkan, sejauh ini belum mengetahui apakah masih ada aksi massa yang dilakukan pada Minggu (15/9/2019) ataupun Senin (16/9/2019).

Bastoni mengimbau agar tak melakukan aksi pada hari libur, di mana dapat mengganggu kegiatan masyarakat seperti car free day.

"Kalau untuk Minggu atau Senin, belum ya. Mungkin nanti malam baru ada pemberitahuan. Mudah-mudahan tidak ada karena besok ada car free day, sehingga dapat mengganggu kegiatan masyarakat yang car free day," ujar dia.

Hari ini sejak siang hingga petang Gedung KPK didatangi ratusan massa yang terdiri empat gelombang untul bergantian berorasi.

Baca: ‎Firli Terpilih Jadi Pucuk Pimpinan KPK karena Dianggap Percaya Diri dan Punya Leadership

Setidaknya ada 10 ormas dan aliansi yang menuntut hal serupa yakni memecat lima komisioner periode 2015-2019 dan memecat pegawai KPK, meminta presiden segera melantik komisioner baru, serta mendukung revisi KPK.

Dari pantauan Tribunnews.com, ada sekitar 300 orang peserta yang hadir.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved