Anies Baswedan Tutup Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat DKI

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

Anies Baswedan Tutup Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat DKI
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Acara Penutupan Kegiatan Bhakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi menutup kegiatan bhakti sosial TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Rabu (18/9/2019) pagi.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Baca: Pemprov DKI Segel Industri yang Diduga Cemari Lingkungan di Cilincing

Lewat kolaborasi antara Kodam Jaya/Jayakarta, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, program ini bertujuan membantu pemerintah mengendalikan laju pertumbuhan penduduk supaya seimbang.

"Kita menyadari pentingnya program KB untuk bisa membangun keluarga berketahanan, keluarga yang sehat, anak-anaknya tumbuh berkembang. Sehingga nantinya bisa menjadi pribadi mandiri yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Anies Baswedan dalam acara di Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Mantan Mendikbud ini menjelaskan, dalam menjaga proses perkembangan anak, bergantung pada perencanaan yang baik dan terukur.

Dan program KB jadi satu langkah awal menuju tahapan tersebut.

"Itu semua tidak terjadi otomatis, itu semua harus dengan perencanaan yang baik. Dan KB adalah salah satu langkah awal untuk bisa menuju ke sana," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menuturkan program KB di Ibu Kota punya peran sangat penting.

Karena ternyata, jarak kelahiran anak yang berdekatan memiliki risiko terkena penyakit stunting, autis hingga gangguan mental emosional.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved