Ibu Faizal Amir Laporkan Kasus Penganiayaan Anaknya ke Bareskrim Polri

Ratu mengatakan dirinya datang melaporkan kejadian penganiayaan anaknya agar kepolisian mengusut tuntas pelaku yang menganiaya anaknya.

Ibu Faizal Amir Laporkan Kasus Penganiayaan Anaknya ke Bareskrim Polri
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Ibunda mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia Faizal Amir, Ratu Agung saat melaporkan kasus penganiayaan anaknya ke Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibunda mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia Faizal Amir, Ratu Agung, menyambangi Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Mengenakan gamis dan hijab berwarna hitam, Ratu tiba sekira pukul 14.42 WIB. Ia nampak didampingi oleh kuasa hukum, sejumlah ibu-ibu, hingga rekan-rekan mahasiswa putranya.

Ratu mengatakan dirinya datang melaporkan kejadian penganiayaan anaknya agar kepolisian mengusut tuntas pelaku yang menganiaya anaknya.

"Kedatangan saya ke sini untuk melaporkan kepada Bareskrim tentang kejadian anak saya yang jadi korban penganiayaan berat," ujar Ratu, di lokasi, Jumat (4/10/2019).

Baca: PKS Tegaskan Ahmad Syaikhu Tetap Masuk Bursa Cawagub DKI, Meski Kini Anggota DPR

Ia menilai pelaku yang menganiaya anaknya saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI itu tidaklah berperikemanusiaan dan kejam adanya.

"Saya sebagai warga negara yang baik mau minta tolong kepada aparat keamanan, khususnya kepada Bareskrim Polri supaya bisa mengusut tuntas siapa pelaku penganiayaan berat terhadap anak saya, yang menurut saya itu sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengatakan membawa sejumlah barang bukti untuk mendukung pelaporannya ke Bareskrim. Antara lain berupa foto, hingga laporan kronologi kejadian yang menimpa anaknya.

Namun terkait bukti visum, Ratu menegaskan bukti tersebut menjadi urusan kepolisian. Dirinya menilai untuk saat ini hanya berkepentingan untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi.

"Nanti visum nanti kalau polisi sudah mengatakan penyelidikan atau penyidikan. Itu urusan polisi, urusan saya yang penting saya melaporkan dulu," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved