Munarman Bantah Mengetahui Peristiwa Penganiayaan Ninoy Karundeng

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, baru saja kelar diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan.

Munarman Bantah Mengetahui Peristiwa Penganiayaan Ninoy Karundeng
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (10/10/2019). 

Namun pada akhirnya, Munarman mengaku belum sempat lihat rekaman kamera CCTV-nya.

"Kemudian yang kedua, soal rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Di masjid yang di situ kan ada berbagai macam rekaman tuh. Nah, saya minta CCTV itu untuk saya lihat supaya saya selaku orang hukum bisa meng-assessment kondisi masjid seperti apa," jelas Munarman.

"Sehingga, saya bisa menilai dan memperkirakan langkah-langkah hukum apa, nasihat-nasihat hukum apa yang perlu saya berikan kepada pengurus masjid. Kebetulan itu saja," tambah Munarman.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Mereka adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. Dua orang lainnya adalah Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar dan pria berinisial F.

Sebelumnya, video diduga diculiknya Ninoy Karundeng berdurasi 2 menit 42 detik beredar di media sosial. Ninoy dalam video tersebut nampak menjawab pertanyaan yang diajukan seorang pria.

Pria itu nampak terus menginterogasi Ninoy sekaligus menyampaikan pernyataan bernada ancaman penganiayaan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved