8 FAKTA Meninggalnya Akbar Alamsyah, Korban Kerusuhan Saat Demo,Jadi Tersangka dan Sempat Cuci Darah

Akbar Alamsyah (19), korban kerusuhan aksi demo pelajar di sekitar gedung DPR RI meninggal dunia pada Kamis (10/10/2019).

Akbar diketahai koma selama kurang lebih dua pekan sejak ditemukan pada Jumat (27/10/2019).

Baca: Sukmawati Sukarnoputri Kritik Pernyataan Titiek Soeharto soal Demo Mahasiswa

Ia sempat menuju ke rumah neneknya untuk menunggu kepulangan Akbar.

Namun hingga Jumat (27/9/2019), Akbar tak kunjung pulang hingga akhirnya Ia menanyakan keberadaan Akbar ke Polda Metro Jaya.

"Tidak ada nama anak saya, saya liatin muka-muka yang ada di Polda pada lebam semua jadi mukanya kaya mirip gitu," kata Rosminah.

Ia tak menemunkan Akbar disana, lalu Ia menuju ke Polres Jakarta Barat untuk menanyakan keberadaan Akbar sesuai saran dari Polisi.

Ia menemukan nama anaknya di sana, namun demikian Ia belum dapat bertemu secara langsung.

Rosminah hanya menitipkan makanan untuk Akbar dan kembali ke rumah, karena Ia beranggapan anaknya berada di dalam Polres Jakarta Barat.

Namun sesampainya di rumah, Ia baru mendapat kabar bahwa anaknya dirawat di Rumah Sakit Pelni.

Baca: Soal Aksi Petani di Depan Istana, Jokowi: Bukan Demo, tapi Ucapan Terima Kasih

Jalani operasi

Mendengar kabar anakanya dirawat rumah sakit, Rosminah langsung menuju ke Rumah Sakit Pelni.

"Nah pas saya mau nemui anak saya ke Pelni katanya anak saya udah dibawa ke Rumah Sakit Polri," ucapnya, dikutip dari Kompas.com.

Ia langsung menuju ke Rumah Sakit Polri.

Setibanya di sana Ia menemukan bahwa anaknya baru saja menjalani operasi.

"Wajah dan matanya lebam. Kepalanya sudah diperban katanya abis operasi tulang kepalanya yang patah," ucapnya.

Ia tak kuasa untuk melihat keadaan anaknya saat itu yang menurutnya sangat menyedihkan.

"Saya langsung cium, peluk anak saya. Karena tidak kuat liat anak saya yang keadaannya kaya orang penyakit tumor kepalanya besar semua gitu, akhirnya saya sempat pingsan," kata Rosminah.

"Emang seperti terkena benda tumpul di bagian kepala dan wajahnya itu seperti dipukuli karena mata kirinya lebam," tambah dia.

Baca: Polisi Duga Akbar Alamsyah Jatuh Saat Melompati Pagar Gedung DPR

Di Pindah ke RSPAD

Setelah beberapa hari dirawat di RS Polri Kramat jati, akhirnya akbar dipindah ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Ketersediaan alat dan perlengkapan yang lengkap di RSPAD menjadi pertimbangan dipindahnya Akbar yang saat itu masih dalam keadaan kritis.

Sementara itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), yang juga turut memantau kondisi Akbar mengatakan kondisi ginjal akbar bermasalah.

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Kontras Putri Kanesia mengatakan, Akbar harus menjalani proses cuci darah atau hemodialisis akibat kondisi ginjal yang bermasalah tersebut.

Sebelum meninggal pada Kamis (10/10/2019), keadaan akbar masih koma.

Baca: Adian Napitupulu: Kalau DPR Tolak Perppu KPK, Langkah Berikutnya Apa? Mau Demo Lagi?

Kata Polisi

Pihak kepolisian mengatakan bahwa Akbar terjatuh saat melompati pagar di depan Gedung DPR.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra membantah apabila Akbar terluka akibat kekerasan dari aparat kepolisian.

"Penyelidikan terhadap korban Akbar, ditemukan saksi di TKP. Pada saat yang bersangkutan menghindari aksi kerusuhan itu, melompati pagar di depan Gedung DPR," ujar Asep, di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019), dilansir Tribunnews.com.

Ia menyebut luka di bagian tempurung kepala Akbar diduga akibat terjatuh saat melompati pagar, dimana yang bersangkutan mendarat di bagian kepala.

Oleh karenanya, mantan Kapolres Bekasi Kota itu menuturkan pihaknya saat ini menduga yang bersangkutan terluka bukan dikarenakan kekerasan.

"Sementara dugaannya yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan tapi adanya insiden itu," kata dia.

Baca: FOTO-FOTO Pemakaman Akbar Alamsyah, Korban Demo di Gedung DPR

Jadi Tersangka Sebelum Meninggal

Akbar Alamsyah, salah satu korban yang meninggal, dua pekan setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, ternyata berstatus tersangka.

Surat status tersangka tersebut dikirim ke keluarga Akbar pada 30 September. 

Surat tersebut diterima ketika keluarga sudah mendapati kondisi Akbar dalam keadaan luka parah di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Akbar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melempari petugas dengan batu, botol plastik, dan bom molotov.

Selain itu, Akbar diduga merusak fasilitas publik saat aksi unjuk rasa.

"Perusuh yang kita tangkap, kita lakukan pemeriksaan, dan tentunya ada saksi yang diperiksa juga. (Ada saksi) yang menyatakan yang bersangkutan (Akbar Alamsyah) ikut melempari petugas, merusak (fasilitas umum)," ungkap Argo, dikutip Tribunnews.com.

(Tribunnews.com/Tio/Vincentius Jyestha/FahdiFahlevi, Kompas.com/CynthiaLova)

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved