Politikus Gerindra: Soal Jatah Kursi Wakil Gubernur DKI Tergantung Setelah Pelantikan Presiden

Polituks Gerindra, Syarif, menyebut jatah kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta masih bisa berubah.

Politikus Gerindra: Soal Jatah Kursi Wakil Gubernur DKI Tergantung Setelah Pelantikan Presiden
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Syarif 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polituks Gerindra, Syarif, menyebut jatah kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta masih bisa berubah.

Diketahui, PKS sudah mengusung dua kadernya yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk mengisi posisi Wakil Gubernur DKI.

Menurut Syarif, Ahmad Syaikhu saat ini sudah duduk menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

Syarif mengatakan jika Syaikhu memilih tetap menjadi anggota DPR, maka kursi kosong yang ia tinggalkan sebagai Calon Wakil Gubernur DKI bisa saja diisi kader Gerindra.

Dinamika ini kata dia, tergantung pada kondisi pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober mendatang.

Baca: PKB Tidak Keberatan Gerindra dan Demokrat Masuk Kabinet

"Bisa berubah bisa tidak. Tergantung setelah pelantikan presiden," kata Syarif di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Meski berkata demikian, Syarif enggan membicarakan hal tersebut lebih jauh.

Dia hanya meminta anggota dewan fokus merampungkan pembahasan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

AKD sendiri diminta rampung dibentuk pada tanggal 20 Oktober 2019.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved