Saran Ketua DPRD Jakarta Soal Wagub DKI: Jangan Usung Orang yang Nggak Ngerti Jakarta
"Saya memberi satu saran kepada partai pengusung, pilih yang ngerti Jakarta, jangan yang nggak ngerti Jakarta," ungkap Prasetyo Edi Marsudi
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai resmi menjabat Ketua DPRD DKI Jakarta untuk kedua kalinya, Prasetyo Edi Marsudi menekankan kepada Partai Gerindra dan PKS agar mengusung sosok pengisi jabatan wakil gubernur DKI kepada orang yang benar-benar mengerti kompleksitas persoalan Ibu Kota.
"Saya memberi satu saran kepada partai pengusung, pilih yang ngerti Jakarta, jangan yang nggak ngerti Jakarta," ungkap Prasetyo Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).
Baca: Ditemani Elite Gerindra, Prabowo Subianto Bertemu Cak Imin
PKS sebagai pemilik hak untuk posisi wakil gubernur DKI Jakarta, sudah mengusung dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
Agung Yulianto diketahui adalah Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta.
Selain menjadi politikus, Agung juga dikenal sebagai pengusaha sukses.
Dia adalah Direktur Utama PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang bergerak di bidang produk-produk herbal halal di Indonesia.
Sedangkan Ahmad Syaikhu adalah politisi PKS yang pernah menjadi Anggota DPRD Bekasi tahun 2009-2013.
Syaikhu juga merupakan Wali Kota Bekasi periode 2013-2018. Kini dirinya menjabat Anggota DPR RI periode 2019-2024.
Menurut Prasetyo Edi Marsudi, meski sudah didorong oleh PKS, dua nama tersebut masih belum terdengar familiar.
Bahkan katanya masih ada komunikasi yang terhambat antara PKS dan Gerindra soal pemilihan sosok pengisi wagub DKI.
Baca: KontraS Beberkan Kejanggalan Peristiwa Tewasnya Akbar Alamsyah
Ia menyarankan agar kedua parpol pengusung bisa segera duduk bersama membahas persoalan ini agar mantap mengajukan nama untuk dilanjutkan ke sidang paripurna.
"Saya juga nggak ngerti, kan belum pernah di paripurna kan, itu aja masih sedikit komunikasi. Para fraksi Gerindra dan PKS, cobalah duduk bareng rapi, siapa orangnya kita majukan di paripurna," kata dia.