Hilangkan Kesan Seram, 17 TPU DKI Bakal Direnovasi Seperti Taman

Sebanyak 17 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tersebar di Ibu Kota bakal direnovasi menjadi layaknya sebuah taman.

Hilangkan Kesan Seram, 17 TPU DKI Bakal Direnovasi Seperti Taman
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah warga DKI Jakarta memadati tempat pemakaman umum (TPU) Karet Bivak untuk berziarah ke makam keluarga di hari kedua Lebaran 2019 di Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019). Ribuan warga Jakarta memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berziarah serta mengirimkan doa kepada anggota keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 17 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tersebar di Ibu Kota bakal direnovasi menjadi layaknya sebuah taman.

Hal tersebut dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta demi hilangkan kesan seram.

"Jadi ada 17 makam di Jakarta yang nanti (TPU) Tanah Kusir sudah kita data, yang kita sudah punya desainnya itu seperti taman," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI, Suzi Marsitawati saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2019).

Namun Suzi tidak mengungkap lebih rinci dimana saja rincian 17 lokasi TPU tersebut, serta gambaran desain renovasi tersebut. Tapi yang pasti kata dia, pihaknya sudah memasang target TPU yang masuk dalam daftar revitalisasi rampung pengerjaannya pada tahun 2022.

Baca: Kisah Janda Tua di Sragen, Hajatan Tidak Dihadiri Warga Karena Beda Pilihan Pilkades

"Kita sudah jelas melakukan penataan perbaikan, insyaallah di tahun 2022, kita akan sudah membangun beberapa revitalisasi makam," ungkap dia.

Suzi menjelaskan, sebenarnya ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta masih cukup luas.

Namun hal umum yang terjadi di masyarakat yakni, mereka lebih pilih-pilih lokasi TPU untuk memakamkan sanak keluarganya.

Ia juga berharap lewat revitalisasi makam, jadi solusi mencegah pemakaman yang tumpang tindih.

Sebab, dengan direvitalisasinya 17 TPU tersebut, diharapkan masyarakat yang berada disekitarnya lebih melirik pemakaman hasil pemugaran, sehingga mereka tidak memaksa menguburkan sanak keluarganya di lahan sempit dan penuh lagi.

"Keluarga itu suka ditumpang karena makam itu seperti rumah, banyak yang mau dijadikan idaman, idola. Jadi tidak pernah mau kita sampaikan ke tempat makam yang masih luas,” pungkas dia.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved