Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Skenario Pengeroyokan Ninoy, Dibunuh Pakai Kampak dan Meletakkan Jenazah di Tengah Kerumunan Massa

Apabila yang bersangkutan sudah berhasil dibunuh kemudian akan diletakkan di satu titik dimana kerusuhan itu terjadi.

Skenario Pengeroyokan Ninoy, Dibunuh Pakai Kampak dan Meletakkan Jenazah di Tengah Kerumunan Massa
Lusius Genik
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengungkapkan skenario martir yang direncanakan para pelaku pengeroyokan Ninoy Karundeng, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengungkapkan skenario martir yang direncanakan para pelaku pengeroyokan Ninoy Karundeng.

Mulanya Dedy mengatakan Ninoy diculik sekelompok orang saat berada di tengah kerumunan massa anarkis di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Kemudian pegiat media sosial itu disekap di sebuah masjid dan dianiaya secara bersama-sama lantaran terbukti sebagai relawan Jokowi.

"Saat saudara Ninoy diketahui (relawan Jokowi) oleh beberapa oknum, kemudian terjadi pengeroyokan, penganiyaaan secara bersama-sama kemudian penyekapan di salah satu tempat di rumah ibadah yang Ada di Pejompongan, Jakpus," kata Dedy, Selasa (22/10/2019).

Baca: Gerindra Gabung Koalisi, PKS Singgung Proposal Pembangunan

Para pelaku, lanjutnya, berencana untuk membunuh Ninoy menggunakan sebuah kampak.

Apabila yang bersangkutan sudah berhasil dibunuh kemudian akan diletakkan di satu titik dimana kerusuhan itu terjadi.

"Sehingga seolah-olah yang bersangkutan adalah korban akibat tindakan polisi dalam membubarkan massa anarkis saat itu," ujarnya.

"Namun rencana itu gagal karena ambulans yang tadinya akan mereka gunakan membawa jenazah Ninoy, ternyata, sampai dengan waktu yang ditentukan tidak bisa dihadirkan di tempat TKP," lanjut Dedy.

Dedy menjelaskan, gagalnya skenario martir yang coba dilakukan para pelaku itu merupakan bentuk perlindungan yang Maha Kuasa kepada Indonesia.

Apabila rencana itu berhasil, pihak kepolisian sendiri akan dijadikan kambing hitam atas kematian yang bersangkutan.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved