Nadiem Jadi Menteri, Ratusan Driver Gelar Syukuran dan Doa di Tugu Proklamasi

Acara yang digelar keluarga besar GOJEK itu merupakan bukti bahwa para mitra pengemudi mendukung Nadiem menjadi menteri.

Nadiem Jadi Menteri, Ratusan Driver Gelar Syukuran dan Doa di Tugu Proklamasi
IST
Mitra driver GOJEK berinisiatif menggelar syukuran atas terpilihnya Nadiem sebagai Mendikbud 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan mitra driver GOJEK berinisiatif menggelar silaturahmi sekaligus syukuran atas terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (25/10) malam.

”Saya pertama bangga pak Nadiem. Saya tahu sendiri orangnya enak. Nggak pilih-pilih. Mudah-mudahan dengan jadi menteri, pendidikan lebih baik lagi,” ucap Yudiansyah, driver Gojek asal Klender, Jakarta Timur.

Dia menyatakan acara yang digelar keluarga besar GOJEK itu merupakan bukti bahwa para mitra pengemudi mendukung Nadiem menjadi menteri.

”Kalau soal ada yang mau demo itu jujur saja saya kurang tahu,” tegasnya.

Sementara itu Irwanto, driver sekaligus penggagas acara, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak lebih dari sekadar silaturahim, ungkap syukur, dan berdoa.

”Ini mewakili teman-teman se-Jabodetabek mengucapkan rasa syukur. Hanya berdoa dan bersyukur saja sekalian silaturahim,” terangnya. 

Baca: Nadiem Makarim Tiada Background Pendidikan Mengapa Jadi Mendikbud? Jokowi Akhirnya Beberkan Alasan

Pria yang akrab disapa Babeh Bewok itu mengatakan ungkapan syukur digelar sebab para mitra berbangga dan mendukung founder Gojek, Nadiem Makarim, menjadi menteri.

Dia mengaku kagum terhadap cara kerja Nadiem dalam mengerjakan sesuatu. Mulai dari suka blusukan sampai serius menuntaskan sebuah pekerjaan.

”Dia itu orangnya merakyat. Terjun ke lapangan. Melobi driver siapa saja. Bahkan sering naik Gojek. Nah yang narik (driver)nya itu kadang nggak sadar bahwa itu pimpinan dia,” ungkapnya.

Maka pihaknya meragukan ada pihak yang menolak bahkan sampai mengancam demo saat Nadiem akan menjadi menteri.

”Saya meragukan kalau memang dia ojol. Mungkin ojol sebelah. Tapi ojol sebelah saja merespon baik. Kenapa dia nggak? Ada apa-apa,” kritiknya.

Jika yang dipersoalkan adalah kesejahteraan mitra dan keberhasilan masing-masing individu mitra dari sisi ekonomi, kata Babeh Bewok, masing-masing orang ada batasannya. Ada juga kelebihannya.

”Pak Nadiem sudah menyediakan sarananya. Tinggal bagaimana kita mengolahnya. Selama bekerja dengan baik saya rasa perusahaan nggak menutup mata. Banyak driver kami yang anaknya jadi sarjana. Driver wanita yang bisa jadi sarjana juga banyak. Cuma tidak terendus saja,” ujarnya.

Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved