Berbagai Reaksi atas Tudingan Hoax Kasus Novel Baswedan, Dianggap Ngawur hingga Lemahkan Penuntasan

Berikut beragam reaksi atas tudingan rekayasa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, dianggap ngawur hingga lemahkan upaya penuntasan.

Berbagai Reaksi atas Tudingan Hoax Kasus Novel Baswedan, Dianggap Ngawur hingga Lemahkan Penuntasan
Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH
Penyidik KPK Novel Baswedan sedang diskusi di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/04/2019). Acara tersebut memperingati 2 tahun atas penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan hingga sekarang kasusnya belum terungkap. TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH 

TRIBUNNEWS.COM - Tudingan rekayasa atas kasus penyiraman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuai beragam reaksi.

Diketahui, politisi PDI-P Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung telah melaporkan Novel Baswedan ke Polda Maetro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Dewi melaporkan Novel karena yang bersangkutan dianggap telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam.

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan yang ditemukannya, seperti bentuk luka dan perban.

 Tanggapan Dewi Tanjung Dilaporkan Balik Novel Baswedan, Bersyukur: Segala Sesuatu Ada Resikonya

Berikut sejumlah reaksi atas tuduhan yang dilancarkan Dewi Tanjung kepada Novel Baswedan:

Novel Baswedan dan Dewi Tanjung
Novel Baswedan dan Dewi Tanjung (Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com)

Dinilai Ngawur

Menanggapi tuduhan itu, Novel Baswedan menganggap bahwa Dewi Ambarwati ngawur.

Menurut Novel, tuduhan Dewi Tanjung itu justru mempermalukan dirinya sendiri.

"Kata-kata orang itu jelas menghina lima rumah sakit, tiga rumah sakit di Indonesia dan dua rumah sakit di Singapura," tegas Novel, dikutip dari Kompas.com (7/11/2019).

HALAMAN 2====>

Editor: Desi Kris
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved