Patok Harga Rp 350 Ribu untuk 1 Buku KIR Palsu, Ayah-anak Ini Rugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah

Angka tersebut mencapai tiga kali lipat dibanding harga resmi yang dikeluarkan oleh Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB)

Patok Harga Rp 350 Ribu untuk 1 Buku KIR Palsu, Ayah-anak Ini Rugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Polisi saat merilis kasus pembuatan buku KIR palsu yang dilakukan pasangan ayah dan anak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi telah mengamankan pasangan ayah dan anak terkait dugaan penerbitan uji cek kendaraan atau KIR palsu di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku berinisial BS (67) dan sang anak RA (35) mematok Rp 350 ribu untuk satu buku KIR palsu buatannya.

Dia menjelaskan, keduanya telah menjalani bisnis ilegal tersebut selama 12 tahun.

Bahkan, lanjutnya, perbuatan keduanya membuat negara rugi hingga miliaran Rupiah.

 Begini Cara Bedakan Buku KIR Asli dan Palsu

Barang bukti yang diamankan polisi dari sindikat pembuat buku KIR palsu di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Barang bukti yang diamankan polisi dari sindikat pembuat buku KIR palsu di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

"Kalau resmi hanya Rp 92 ribu dari UP PKB. Tapi oleh tersangka dipatok Rp 350 ribu per satu KIR. Dia sudah beroperasi dari 2007, kami menduga dia sudah memalsukan ribuan KIR sehingga kerugian bisa sampai miliar rupiah," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Minggu (10/11/2019).

Selain merugikan negara, bisnis yang dilakukan ayah dan anak ini juga dapat memicu angka kecelakaan.

Sebab, kendaraan yang sebenarnya tak layak jalan tetap bisa melaju di jalan raya bermodalkan buku KIR palsu buatan mereka.

"Akibat pemalsuan ini fatal, kalau KIR palsu, berarti tidak pernah melakukan pengecekan kendaraan. Artinya berarti tidak tahu kelayakan kendaraannya itu sendiri," kata Budhi.

Angkutan Barang

Budhi menyatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, mayoritas kendaraan yang memesan buku KIR palsu dari kedua tersangka adalah angkutan barang.

"Yang kami dapatkan, rata-rata angkutan barang. Tapi tidak menutup kemungkinan kendaraan penumpang Karena KIR ini ditujukan untuk angkutan umum," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved