Grabwheels Renggut Korban Jiwa, Ini Negara yang Larang Otoped Listrik Keliaran

Baru-baru ini kendaraan skuter listrik Grabwheels yang sedang menjadi tren di kawasan Jakarta menelan korban jiwa.

Grabwheels Renggut Korban Jiwa, Ini Negara yang Larang Otoped Listrik Keliaran
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Mahasiswa ITB mencoba moda transportasi personal yang inovatif dan ramah lingkungan yaitu GrabWheels (skuter elektrik) di halaman Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019). Peluncuran perdana GrabWheels di lingkungan kampus ITB itu, merupakan bagian dari kerjasama strategis antara Grab dan ITB dalam hal riset, pengembangan serta pemanfaatan kendaraan transportasi berbasis listrik. Saat ini di Kampus ITB terdapat 50 e-scooter yang dapat ditemukan di 5 titik.(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini kendaraan skuter listrik Grabwheels yang sedang menjadi tren di kawasan Jakarta menelan korban jiwa. Kecelakaan ini memicu perdebatan soal regulasi penggunaan skuter listrik.

Dikutip dari CNN, Rabu (13/11/2019) Singapura pada tanggal 4 November resmi melarang penggunaan skuter listrik di trotoar.

Nantinya hingga 31 Desember, pengguna masih akan diperingatkan saja namun per tanggal 1 Januari 2020, pengguna yang melanggar akan dikenakan denda sebesar S$ 2.000 (sekitar Rp 20 juta) atau kurungan penjara paling tidak tiga bulan.

Larangan di Singapura ini muncul akibat kecelakaan yang menewaskan lansia berumur 65 tahun yang tertabrak oleh pengguna skuter listrik saat ia sedang mengendarai sepedanya.

Menteri perhubungan Singapura, Lam Pin Min mengatakan, warga menuntut pelarangan skuter listrik karena tingginya kecelakaan yang terjadi dari hari ke hari.

Baca: Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Otoped Listrik Jadi Solusi atau Masalah Baru di Jakarta?

Namun pelarangan penggunaan skuter listrik tidak berpengaruh kepada difabel yang menggunakan kursi roda elektrik. Selain Singapura, Paris, Perancis juga mengeluarkan larangan penggunaan skuter listrik.

Dikutip dari CNN, alasan pemerintah kota Paris melarang penggunaan skuter tersebut di trotoar adalah karena adanya protes dari pejalan kaki dan adanya kecelakaan.

Menurut Menteri Perhubungan Perancis Elisabeth Borne, para pejalan kaki mulai ketakutan saat menggunakan trotoar, mereka takut tertabrak oleh pengguna skuter listrik.

Borne mengatakan, pengguna yang mengendarai skuter listrik di trotoar nantinya akan dikenakan denda sebesar 150 euro atau setara dengan Rp 2,3 juta.

Sementara di Indonesia Dinas Bina Marga Provinsi DKI juga baru-baru ini mengingatkan pengguna skuter listrik untuk tidak menggunakannya di JPO Sudirman karena merusak fasilitas.

Adapun Kemenhub menyarankan Pemprov DKI untuk melarang skuter listrik beroperasi di jalan raya. Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi yang menilai bahwa penggunaan skuter listrik di jalan raya akan berbahaya.

“Sepanjang (skuter listrik) belum bisa diawasi, menurut saya sangat bahaya kalau di jalan umum. Beroperasi di jalan raya jelas bahaya dan bukan peruntukannya,” ujar Budi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Budi menilai skuter listrik lebih cocok digunakan di komplek perumahan. Sebab, jika digunakan di jalan umum akan membahayakan penggunanya.

Sebelumnya diberitakan, dua orang pengguna skuter listrik GrabWheel tewas saat berkendara di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu dini hari lalu karena ditabrak oleh mobil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Negara Mana Saja yang Sudah Melarang Skuter Listrik?"

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved