PSI Sebut Pernyataan Dinas Pendidikan DKI Mengkonfirmasi Pengurangan Anggaran Rehabilitasi Sekolah

PSI menilai pernyataan Dinas Pendidikan tersebut justru mengkonfirmasi data yang telah disampaikan oleh PSI sebelumnya

PSI Sebut Pernyataan Dinas Pendidikan DKI Mengkonfirmasi Pengurangan Anggaran Rehabilitasi Sekolah
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Idris Ahmad, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di kantor DPRD Jakarta fraksi PSI, lantai 4, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019)Anggota DPRD Jakarta terpilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Idris Ahmad, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di kantor DPRD Jakarta fraksi PSI, lantai 4, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPartai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi polemik berkurangnya anggaran rehabilitasi gedung sekolah di rancangan anggaran tahun 2020.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pun telah menyatakan tidak ada pemangkasan.

Baca: Buntut Polemik APBD DKI Jakarta, LSM Mat Bagan Laporkan William, Begini Pembelaan Rekan Politisi PSI

Namun demikian, PSI menilai pernyataan Dinas Pendidikan tersebut justru mengkonfirmasi data yang telah disampaikan oleh PSI sebelumnya.

“Dinas Pendidikan justru menyatakan bahwa betul anggaran rehabilitasi gedung sekolah dipotong sebesar Rp 455,4 miliar. Data tersebut sama persis dengan yang kami sampaikan sebelumnya,” kata Idris Ahmad, Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta melalui keterangan tertulis Kamis (14/10/2019). 

Data Dinas Pendidikan yang ada di data KUA PPAS yang diberikan ke DPRD di mana tertera target rehabilitasi sekolah untuk tahun 2020 adalah sebanyak 191 lokasi
Data Dinas Pendidikan yang ada di data KUA PPAS yang diberikan ke DPRD di mana tertera target rehabilitasi sekolah untuk tahun 2020 adalah sebanyak 191 lokasi (Dok. PSI)

Dalam rilis tersebut, Dinas Pendidikan beralasan awalnya mengusulkan 105 lokasi, tapi ternyata hanya 86 yang mendapatkan rekomendasi untuk direhabilitasi.

Namun, data Dinas Pendidikan ini berbeda dari data KUA PPAS yang diberikan ke DPRD di mana tertera target rehabilitasi sekolah untuk tahun 2020 adalah sebanyak 191 lokasi.

“Di dokumen rancangan KUA PPAS Buku Lampiran III, eksekutif mengajukan 191 lokasi senilai Rp 2,57 triliun, bukan 105 lokasi. Kami minta data dari Dinas Pendidikan diperbaiki agar tidak mengeluarkan data yang berbeda-beda setiap rapat dan setiap dokumen,” kata Idris.

Terkait dengan kajian Dinas Cipta Karya yang baru saja keluar dan dijadikan dasar untuk merevisi usulan anggaran rehabilitasi, Idris justru mempertanyakan mengapa kajian baru dilakukan setelah input anggaran.

"Seharusnya, kajian rehabilitasi gedung sekolah dilakukan sebelum anggaran diinput. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan perencanaan anggaran yang akurat," ucap Idris.

Idris mengungkapkan keprihatinannya dengan kualitas sarana dan prasarana sekolah di Jakarta.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved