Nasdem: Pembongkaran Bangunan Liar di Sunter Sesuai RPJMD Gubernur

"Program prioritas itu harus berjalan. Itu yang paling penting. Kita imbau Pemprov kalau mau gusur orang ya diberikan tempat yang layak," ujar dia.

Nasdem: Pembongkaran Bangunan Liar di Sunter Sesuai RPJMD Gubernur
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Situasi di Jalan Agung Perkasa 8 pascapembongkaran bangunan liar, Kamis (14/11/2019) malam 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Nova Paloh menilai pembongkaran bangunan liar di kawasan Sunter, Jakarta Utara sudah sesuai program RPJMD Gubernur DKI Anies Baswedan.

Meski menuai protes sejumlah warga, politikus Partai Nasdem ini berujar Pemprov DKI tetap harus mengerjakannya. Sebab, tujuan pembongkaran masuk dalam program prioritas sang gubernur.

"Memang ini buah simalakama. Kalau nggak dikerjakan ini program prioritas. Lain halnya kalau itu digusur untuk swasta. Ini kan untuk normalisasi saluran air," ucap Nova saat dihubungi, Senin (18/11/2019).

Ponakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh ini mengatakan program prioritas memang penting untuk dikerjakan. Namun, ia mewanti-wanti jangan sampai dalam proses penerapannya tak mengindahkan hal-hal yang bersifat manusiawi.

"Program prioritas itu harus berjalan. Itu yang paling penting. Kita imbau Pemprov kalau mau gusur orang ya diberikan tempat yang layak," ujar dia.

Pemprov DKI sendiri sebenarnya sudah menyediakan rusun Marunda bagi mereka yang memiliki bangunan untuk menetap.

Tapi sebagian besar warga menolak lantaran bangunan yang digusur hanya sebagai lapak usaha saja.

Mereka memilih kembali ke tempat tinggalnya masing-masing di kawasan Penggilingan, Kebon Bawang, maupun di Tanah Abang.

Bila opsi pemindahan ke rusun Marunda ditolak warga, Nova meminga kepada Pemprov DKI menjadikan rusun DP Nol Rupiah sebagai alternatif pilihan warga menetap sementara waktu.

Hal ini dilakukan demi memberikan kepastian tempat bagi mereka berteduh.

"Kalau kita mau pindahun warga, di kasih tempat yang layak lah agar mereka bisa tinggal juga di situ. Ini kan kita banyak rusun. Rusun DP nol. Kalau nggak, pindahin sementara aja di sana," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI sengaja membongkaran bangunan liar di Jalan Agung Perkasa III, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan tujuan mengembalikan fungsi saluran dan jalan yang diduduki sejumlah pengusaha barang bekas di sana.

Sebab selama ini aksesibilitas jalan dan saluran air yang bermuara ke Danau Sunter Selatan tidak berjalan maksimal lantaran diokupasi bangunan dan lapak liar sejak 20 tahun lalu itu.

Dengan sistem saluran yang terkoneksi, aliran air diharapkan bisa tersalurkan dari kawasan yang saat puncak penghujan bisa tergenang sampai 50 sentimeter.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved