Fakta-fakta Penangkapan Pengedar Dolar Palsu di Jakarta Utara: Watermark, Pengakuan Tersangka

Polsek Pademangan menggagalkan peredaran dolar palsu senilai miliaran rupiah dan menangkap lima orang

Fakta-fakta Penangkapan Pengedar Dolar Palsu di Jakarta Utara: Watermark, Pengakuan Tersangka
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers dolar palsu di Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/11/2019) 

"Kalau kita pegang ini kertasnya, ini berbeda kertasnya. Ini (dolar palsu) lebih tipis walaupun ada watermarknya tapi kertas ini bukan standarnya kertas," ucap Kapolres.

4. Dolar keluaran 2006-2009, dijual Rp 8.000 per lembar

Tersangka pengedar dolar palsu yang ditangkap Polsek Pademangan membuat calon pembeli tertarik dengan membanting harga per lembarnya.

Kepada calon pembeli, tersangka beralasan dolar yang mereka jual merupakan keluaran tahun 2009 dan 2006 sehingga harganya sudah jatuh.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, satu lembar itu mereka jual sekitar Rp 8.000 per dolarnya.

Harga itu jauh di bawah kurs saat ini menunjukkan nilai tukar dollar terhadap rupiah berada di kisaran Rp 14.000.

"Disampaikan oleh para pelaku bahwa, kenapa harganya miring atau harganya murah, karena dolar seri lama sehingga mereka menjual lebih murah daripada dolar seri terbaru," kata Budhi di Mapolsek Pademangan, Jumat (22/11/2019).

Selain itu, ratusan ribu dolar palsu yang diamankan memiliki ciri-ciri khusus yang dicetak agar para pembeli tambah yakin bahwa itu asli.

Ciri-ciri khusus berupa tanda air (watermark) membuat dolar ini sangat mirip dengan dolar aslinya.

Tanda air itu akan terlihat apabila lembaran uang palsu pecahan 100 USD ini dipancari alat sinar UV.

"Keunikan dari uang dolar palsu ini, ini kalo dilewatkan ke sinar UV ini ada terlihat watermarknya. Itu terlihat ada warna seperti watermark di dalamnya," kata Budhi.

5. Pengakuan tersangka

DM (39), salah satu tersangka pengedar dolar palsu yang ditangkap Polsek Pademangan, mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang disebut Abah.

Abah diketahui berperan sebagai bandar dolar palsu yang hingga kini masih berstatus DPO.

"Saya dapat dari Abah, iya DPO," kata DM saat diekspose di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/11/2019).

DM mengaku hanya menyetor sejumlah uang ke pria bernama Abah tersebut.

Ia mengaku menyetor uang Rp 10 juta sebelum mengedarkan dolar palsu tersebut.

"Ke yang punya barang saya setor Rp 10 juta," katanya.

DN juga mengaku bakal mendapatkan imbalan setelah berhasil mengedarkan dolar palsu ini.

Meksi tak tahu berapa bayaran secara keseluruhan, ia mengaku sempat mendapatkan Rp 300.000 dari Abah.

"Saya dapat Rp 300.000 saja, kalo laku semua belum tahu dapat berapa," ucap dia.

DM pun mengakui bahwa uang yang hendak ia edarkan palsu. "Iya tahu ini palsu," ucap dia.

6. Polisi kejar aktor utama

Polisi masih mengejar aktor utama kasus dolar palsu yang belakangan diungkap Polsek Pademangan.

Pelaku yang dikejar berperan sebagai pembuat dolar palsu.

Usai Viral Air Terjun Dadakan di Kalimalang, Becakayu Kebut Pasang Pipa serta Bersihkan Drainase

Tira Persikabo Kalah 1-2 Lawan PSIS Semarang: Gagal Salip Persib Bandung, Begini Posisinya

Pengedar Dolar Palsu di Pademangan Jakarta Utara Banting Harga dengan Alasan Seri Lama

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan dari lima tersangka yang sudah ditangkap, mereka tidak ada yang berperan mencetak dolar palsu.

"Yang kita tangkap ini mendapatkan barangnya dari pihak lain. Saat ini kita juga masih mengejar," terang Budhi di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/11/2019).

Dari keterangan para tersangka yang sudah ditangkap, terduga pembuat dolar palsu yang berstatus DPO ini dikenal dengan nama Abah.

Kanit Reskrim Polsek Pademangan, AKP M. Fajar menjelaskan, Abah berdomisili di Bogor.

"Jadi mereka itu dapatnya dari Bogor, sama si Abah itu," ucap Fajar saat dikonfirmasi terpisah.

Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved