Anggaran Subsidi Transportasi Dipangkas Rp1,2 Triliun, Dishub DKI: Tak Ada Skenario Perubahan Tarif

Hal ini dilakukan menyusul adanya pemangkasan Rp1,2 triliun dari Badan Anggaran DPRD DKI lantaran terjadi defisit anggaran pada KUA-PPAS tahun 2020

Anggaran Subsidi Transportasi Dipangkas Rp1,2 Triliun, Dishub DKI: Tak Ada Skenario Perubahan Tarif
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/11/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penyesuaian rencana pengeluaran dana belanja subsidi transportasi atau public service obligation (PSO) tahun 2020.

Hal ini dilakukan menyusul adanya pemangkasan Rp1,2 triliun dari Badan Anggaran DPRD DKI lantaran terjadi defisit anggaran pada KUA-PPAS tahun 2020.

Baca: Pemprov DKI Tegaskan Revitalisasi Trotoar di Kemang Sesuai Aturan

Pemangkasan PSO ini pun berdampak pada pengurangan dana subsidi tarif sejumlah moda transportasi massal.

Anggaran subsidi tarif TransJakarta yang semula Rp4,197 triliun dipotong jadi Rp3,291 triliun.

Tarif MRT Rp938,5 miliar turun jadi Rp285 miliar, serta subsidi tarif LRT dari Rp527 miliar menjadi Rp439,6 miliar.

"Perhitungan (pemangkasan) ini dibagi-bagi untuk capaian maksimum kebutuhan selama 10 bulan (Oktober 2020)," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi, Selasa (3/12/2019).

Untuk sisa kebutuhan subsidi dua bulan terakhir, Dishub DKI akan menghitung realisasi serapan.

Bila alami kekurangan, Dishub akan ajukan penganggaran kembali di APBD-P tahun 2020.

Syafrin memastikan tarif transportasi setelah subsidi tidak akan naik mendekati ongkos sebelum subsidi.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved