Novel Bamukmin: Yang Biasa Persekusi Orang Itu Oknum Banser-banser

Dia menyebutkan, justru oknum banser-banser itulah yang sebenarnya kerap melakukan tindak persekusi terhadap orang, bahkan ulama besar.

Novel Bamukmin: Yang Biasa Persekusi Orang Itu Oknum Banser-banser
Tribunnews.com/Danang
Novel Bamukmin. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin menanggapi tindak persekusi yang dialami dua anggota Banser NU Depok, Eko dan Wildan.

Dia menyebutkan, justru oknum banser-banser itulah yang sebenarnya kerap melakukan tindak persekusi terhadap orang, bahkan ulama besar.

"Setahu saya yang biasa persekusi orang itu oknum banser-banser itu, bahkan ulama besar yang dipersekusi oleh oknum banser," katanya kepada tribunnews.com ketika dihubungi pada Kamis (12/12/2019).

Baca: Pelaku Persekusi Mengaku dari Ormas Tertentu, Polisi Sebut ini Perbuatan Oknum

Menurutnya, tindak persekusi yang dialami kedua anggota Banser NU itu merupakan hal yang biasa.

Sehingga dia meminta agar semua pihak tidak berlebihan dalam menanggapi kasus ini.

"Adapun banser dipersekusi bisa saja. Itu hal biasa buat mereka, jadi buat saya tidak perlu rame atau baper gitu," tutur Novel Bamukmin.

Baca: Usut Kasus Persekusi Terhadap 2 Anggota Banser NU, Polisi akan Libatkan Ahli Bahasa dan ITE

Sebelumnya sebuah video berisi tindak persekusi terhadap dua anggota Banser NU viral di jejaring media sosial.

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @nahdlatululama.

Korban persekusi adalah anggota Banser NU Depok bernama Eko dan seorang rekannya, Wildan.

Dalam video menunjukkan, adegan Eko dan rekannya dipersekusi terjadi di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca: Pelaku Persekusi Anggota Banser NU di Pondok Pinang Terancam Pasal Berlapis

Keduanya dipaksa mengucapkan kata 'Takbir' bersama pelaku persekusi namun Eko dan rekannya tidak mau. Lalu pelaku sambil membentak, mengatakan, "Lu Islam bukan? Kafir dong lu!."

"Islam yang benar tidak mudah mengkafirkan. Peristiwa ini terjadi di Pondok Pinang, Jaksel. Eko adalah Kader Banser kota Depok yang membanggakan, tdk emosional & menjawab dengan akhlaq terpuji. Sementara yg memaksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian," cuit akun Nahdatul Ulama.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved