Minggu, 31 Mei 2026

Banjir di Jakarta

Anies Baswedan Minta Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Siaga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk bersiaga.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kawasan Monas, Rabu (1/1/2020) 

 Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk bersiaga.

Hal tersebut seiring dengan sejumlah pintu air menunjukkan debit air yang menuju Jakarta cukup tinggi.

"Terkait dengan antisipasi atas hujan atau air kiriman. Kita ketahui saat ini bahwa Jakarta sudah tidak lagi hujan tetapi, tadi siang sekitar pukul 12.00 itu, titik paling tinggi di (pintu air) Katulampa menunjukkan angka yang cukup menghawaitrkan," ujar Anies Baswedan di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Menurut Anies Baswedan air kiriman dari Wilayah Bogor kemungkinan akan tiba ke Jakarta dalam waktu 6 jam ke depan.

Baca: Titik Banjir Terbanyak di Jakarta Timur, Warga Sebut Ini Banjir Terparah selama 7 Tahun Terakhir

Tidak hanya pintu air Katulampa, pintu air Depok juga debit airnya cukup tinggi.

"Jadi kita antisipasi itu. Artinya saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai untuk bersiaga," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 120 ribu petugas untuk menangani serta menanggulangi banjir.

Baca: Disinggung Penyebab Banjir di Jakarta, Anies Baswedan: Curah Hujan Tidak dalam Kendali Kita

"Pada fase ini yang penting warga selamat, penanganan cepat, lalu kita duduk bersama pastikan bahwa masterplan masalah banjir sinkron," katanya.

17.079 orang mengungsi

Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota pada saat malam pergantian tahun membuat sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hujan deras dan banjir di Ibu Kota menyebabkan 4 orang meninggal dunia.

"Sejauh ini ada 4 yang confirm meninggal, 2 di Jakarta Timur, 1 di Jakarta Pusat, dan 1 di Jakarta Selatan. Mudah-mudahan angkanya tidak bertambah dan kita memastikan seluruh medis sudah bekerja di semua kawasan," kata Anies Baswedan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Baca: Banjir, Nikita Mirzani Unggah Best View 2020, Mention Anies Baswedan, Nyai tapi pak, Jakarta Klelep

Ia mengatakan hingga pukul 16.00 wib sore ini tercatat ada 17.079 pengungsi.

Para pengungsi tersebut sudah dikelola di sejumlah tempat di Jakarta.

"Jadi pertama konsentrasi kita di Jakarta adalah menyelamatkan seluruh warga yang lingkungan rumahnya, tempat tinggalnya tergenang air,"katanya.

Baca: Meski Ungkap Hujan Mulai Reda di Jakarta, Anies Baswedan Beberkan Hal yang Harus Diantisipasi

Menurut Anies pihaknya telah menerjunkan lebih dari 120 ribu petugas untuk membantu para korban terdampak banjir.

Para petugas tersebut sudah bersiaga sejak semalam.

"Jadi Alhamdulillah tempat tinggal sementara, hunian, fasilitas kesehatan obat-obatan, tenaga medis makanan minuman semua Alhamdulillah sudah disiapkan. Kemudian bagi masyarakat yang mengalami masalah bisa menghubungi kami sejak pagi yang berada di lapangan," katanya.

BNPB rilis sembilan nama korban banjir dan longsor

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB Agus Wibowo mengatakan banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada malam pergantian tahun menyebabkan 9 korban meninggal dunia.

"Data yang berhasil dihimpun oleh BNPB dari berbagai sumber menemukan ada 9 korban meninggal dunia karena bencana banjir dan tanah longsor," ujar Agus Wibowo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2020).

Baca: 2 Orang Tewas Dalam Bencana Banjir di Bogor, Ini Foto-fotonya

Mereka yang meninggal tidak hanya di Jakarta melainkan juga di wilayah Depok dan Bogor. 
Mereka sebagian meninggal karena tertimpa longsor dan mengalami Hipotermia.

Menurutnya, BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada hari ini sehingga kemungkinan banjir masih bisa terjadi.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang potensi banjirnya akan meningkat, agar mengevakuasi ke tempat aman terlebih dahulu.

“Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu” katanya.

Baca: Jokowi Angkat Bicara Soal Banjir di Jakarta: Paling Penting Keselamatan Warga

Adapun, mereka yang meninggal akibat hujan deras dan banjir tersebut yakni:

1. M Ali (82), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia).

2. Siti Hawa (72), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia).

3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia).

4. Rumsinah (68), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor).

5. N (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor).

6. Amelia (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor).

7. Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor (Korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).

8. Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Kesetrum listrik.

9. Ibu Kusmiyati (30 thn), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved