Banjir di Jakarta
Banjir Juga Sambangi Pemukiman Warga Kota Bambu Utara di Palmerah
Banjir juga dialami warga pemukiman Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (1/1/2020) dini hari.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang terus menerus mengguyur ibu kota sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga malam pergantian tahun baru dan berlanjut di Rabu pagi 1 Januari 2020 membuat nyaris seluruh wilayah Jakarta lumpuh.
Satu diantaranya dialami pemukiman warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (1/1/2020) dini hari.
Sejak pukul 01.00 WIB, Banjir Kanal Barat (BKB) yang berada di dekat pemukiman padat penduduk ini sudah dalam tahap siaga.
Guyuran hujan yang tiada henti sejak Selasa malam membuat pemukiman ini kini dilanda banjir.
Sudah lama pemukiman ini tidak mengalami banjir, tepatmya banjir terakhir yang melanda kawasan ini terjadi pada 2012 silam.
Namun kini seperti pantauan Tribunnews pukul 08.29 WIB ketinggian air di pemukiman warga sudah mencapai atas mata kaki orang dewasa.
Sementara itu, para warga yang bermukim di wilayah ini pun langsung membenahi semua barang berharga yang mereka miliki, termasuk mengungsikan kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.
Tika (37), warga yang sudah sejak lahir bermukim di wilayah ini mengaku kawasan ini sudah lama tidak dilanda banjir. Dia mengaku kaget melihat air mulai memasuki rumahnya.
Baca: Pool Taksi Blue Bird Kramat Jati Tak Luput dari Rendaman Banjir
"Ini sudah lama tidak banjir, dari 2012 kalau nggak salah. Tapi kok sekarang banjir lagi, ini saya bingung, hujannya yang terlalu deras atau bagaimana?," kata Tika, kepada Tribunnews.
Menurutnya, luas BKB telah diperlebar, sehingga seharusnya bisa menampung dan mengalirkan cukup banyak air ke aliran yang dilewati sungai tersebut.
"Kali itu sudah besar, sudah diperluas, tapi kenapa jadinya banjir sekarang?. kemarin nggak banjir lagi loh," jelas Tika.
Ia terlihat sibuk menenangkan anaknya yang tampak senang bermain air.
Sambil memegang tangan anak perempuannya yang masih berusia di bawah 5 tahun, ia pun berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar segera membenahi kondisi ini.
"Ya saya kan cuma warga ya, ya maunya supaya nggak banjir lagi. Semoga pak Gubernur mendengar suara saya ini," pungkas Tika.
Saat ini hujan telah berhenti, hanya tersisa rintik gerimis saja yang menghiasi langit wilayah ini. Namun ketinggian air masih belum juga menurun.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-kota-bambu1.jpg)