KCI Tegaskan Tak Ada Pungutan Biaya dalam Rekrutmen Karyawan

Anne mengimbau masyarakat lebih waspada dalam menerima informasi terkait rekruitmen karyawan PT KCI.

KCI Tegaskan Tak Ada Pungutan Biaya dalam Rekrutmen Karyawan
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah penumpang saat menaiki kereta listrik di stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019). PT Kereta Commuter Indonesia telah melayani penumpang kereta rel listrik sebanyak 163 juta penumpang dari total target akhir tahun ini sebanyak 340,65 juta orang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Media sosial kembali diramaikan dengan informasi rekrutmen karyawan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang memungut biaya. Informasi itu diunggah oleh akun Instagram @drama.kereta pada Minggu (19/1/2020).

Menanggapi informasi tersebut, VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menegaskan nahwa PT KCI tak pernah memungut biaya sepeser pun dalam proses rekrutmen karyawan.

"Dalam proses rekrutmen pegawai, PT KCI tidak memungut biaya sepeserpun. Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen," kata Anne saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (19/2/2020).

Menurut Anne, informasi rekrutmen karyawan hanya diumumkan melalui situs web resmi PT KCI yakni www.krl.co.id dan media sosial Twitter atau Instagram.

Para calon karyawan PT KCI juga dihubungi melalui nomor telepon atau e-mail resmi perusahaan.

"Info rekrutmen yang menggunakan nomor telepon maupun alamat surat elektronik pribadi dapat dipastikan palsu," ungkap Anne.

Oleh karena itu, Anne mengimbau masyarakat lebih waspada dalam menerima informasi terkait rekruitmen karyawan PT KCI.

Dia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan pesan tentang pengumuman rekruitmen PT KCI yang belum dapat dipertanggung jawabkan sumbernya.

"Jangan mudah tertarik akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KCI," tegas Anne.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rawan Penipuan, PT KCI Tegaskan Rekrutmen Karyawan Tak Dipungut Biaya"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved