Pengamat Nilai Banjir di Awal Tahun Bukti Pemprov DKI Kurang Prioritaskan Pembangunan RTH

Nirwono mengatakan luas RTH di ibukota sendiri jauh dari target ideal sebesar 30 persen yakni hanya 9,98 persen

Pengamat Nilai Banjir di Awal Tahun Bukti Pemprov DKI Kurang Prioritaskan Pembangunan RTH
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pengendara sepeda motor saat mengangkat kendaraannya dari sisi kiri melewati separator Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (24/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta memprioritaskan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) untuk mencegah banjir.

Banjir besar di awal tahun 2020 menjadi bukti tersendiri.

Baca: Kecam Revitalisasi Monas, Pengamat Minta DKI Kembali Tanam 190 Pohon yang Ditebang

"Bencana banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun seharusnya menyadarkan pemerintah DKI bahwa Jakarta masih membutuhkan lebih banyak daerah resapan air, RTH dan pepohonan untuk mencegah banjir," ujar ahli tata kota Nirwono Joga, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (29/1/2020).

Nirwono mengatakan luas RTH di ibukota sendiri jauh dari target ideal sebesar 30 persen yakni hanya 9,98 persen.

Oleh karenanya, ia menilai Pemprov DKI harus memprioritaskan pembangunan lebih banyak lagi RTH baru.

"Bisa berupa taman kota, hutan kota, hutan bakau, kebun raya, lapangan olahraga, lahan permakaman, serta jalur hijau di tepi jalan, bantaran kali, kolong jalan layang, dan bawah saluran listrik tegangan tinggi," kata dia.

Ia menjelaskan proses revitalisasi RTH yang sudah ada tak menambah luasan RTH sendiri.

Sebab, revitalisasi tersebut hanya menyasar peningkatan kualitas taman seperti plaza, amfiteater, dan air mancur yang tengah dibangun di Monas.

Nirwono sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurutnya, pagu anggaran proyek revitalisasi kawasan Monas senilai Rp148 miliar kurang dimanfaatkan secara tepat.

Baca: Virus Corona, Australia akan Evakuasi Warganya dari Wuhan dan Diisolasi Di Pulau Christmas

"Meski akhirnya ditetapkan dengan harga perkiraan satuan pekerjaan konstruksi Rp71,3 miliar pada tahun anggaran 2019, pemerintah DKI sebenarnya dapat membangun RTH berupa tujuh taman kota baru berbiaya masing-masing Rp10 miliar," jelasnya.

"Pemerintah DKI juga harus berkomitmen untuk menanam lebih banyak lagi pohon baru dengan semangat konservasi hutan kota Monas sebagai paru-paru kota Jakarta sesuai dengan tujuan semula yang sungguh mulia," imbuh Nirwono.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved