Breaking News:

Bantu Korban Banjir, Inoac dan TSJ Bagikan 3.500 Matras Gratis

Plant Manager PT Inoac Polytechno Indonesia Iwant Suprijanto menyebut selama ini kapasitas kedua pabriknya tersebut belum mampu memenuhi

Istimewa
Warga korban banjir yang mendapatkan matras gratis dari Inoac dan TSJ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Prodsen kasur busa PT Inoac Polytechno Indonesia dan distributornya, PT Tri Sukses Jaya melakukan aksi sosial pada masyarakat yang terdampak dengan membagikan sebanyak 3.500 matras secara gratis.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) awal Januari lalu.

Kedua perusahaan tersebut sebelumnya membagikan 1.200 pcs matras gratis kepada warga di Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan.

Seminggu sebelumnya, kedua perusahaan ini juga membagikan 800 pcs matras gratis kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Ulu Jami, Jakarta Selatan.

“Perusahaan sudah menyiapkan sebanyak 3.500 matras yang akan dibagikan secara cuma-cuma. Aksi ini merupakan kali kedua yang kami lakukan guna membantu meringan beban masyarakat terdampak banjir di Jabodetabek,” ujar Arif Sukuandi, Direktur Utama PT Tri Sukses Jaya, dalam keterangan persnya, Jumat (31/1/2020).

Baca: Cara Kerajaan King of The King Rekrut Anggota: Bergerak Secara Diam-diam

Baca: Bocah 14 Tahun Diperkosa sang Pelatih Futsal hingga 6 Kali, KPAI: Korban Harus dapat Rehabilitasi

Baca: Kerajaan King of the King Muncul di Kaltim: Setor Rp 1,75 Juta Dijanjikan Dapat Rp 3 Miliar

Menurut Arif, sapaan akrabnya, aksi kemanusiaan tersebut juga sebagai ungkapan terima kasih perusahaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan penuh pada produk kasur busa Vita, Mattress Plus dan Inoac.

“Kami bersyukur bahwa tingkat kepercayaan masyarakat dari waktu ke waktu terus bertambah. Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk terima kasih kami atas kepercayaan tersebut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT Inoac Polytechno Indonesia dan distributornya PT Tri Sukses Jaya.

“Harapan saya aksi seperti ini bisa ditiru oleh perusahaan lain. Kita harus mendo’akan agar aktivitas bisnis kedua perusahaan matras ini semakin maju sehingga kepedulian mereka kian bertambah terhadap lingkungan sekitar,” harap dia.

Tingkatkan kapasitas produksi

Sementara itu, seiring dengan terus meningkatnya jumlah permintaan kasur busa Vita, Mattress Plus dan Inoac, tahun ini PT Inoac Polytechno Indonesia selaku produsen berencana meningkatkan jumlah produksi pada dua pabriknya di Tangerang dan Karawang. Peningkatan produksi ditargetkan bisa mencapai sebesar 50% dari kapasitas saat ini.

Plant Manager PT Inoac Polytechno Indonesia Iwant Suprijanto menyebut selama ini kapasitas kedua pabriknya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pasar kasur busa di seluruh wilayah Indoneisa.

Karenanya, hingga kini produk Vita, Mattress Plus dan Inoac hanya difokuskan bagi pemenuhan pasar retail di Jabodebek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menyerahkan matras dari PT Inoac dan
Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menyerahkan matras dari PT Inoac dan TSJ kepada warga korban banjir

“Di Jawa Timur sendiri market share kami baru mencapai 37%. Sehingga wilayah timur menjadi sasaran pengembagan pasar. Saat ini untuk memenuhi pasar tersebut hanya mengandalkan hasil produksi kedua pabrik kami di Tangerang dan Karawang,” ungkap Iwant.

Selain kedua pabrik tersebut PT Inoac Polytechno Indonesia pada 2021 juga sedang menambah pabrik Baru di Cikupa, Tangerang.

Pabrik ini dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 100%, dan diproyeksikan bakal menjadi pusat produksi Mattress Inoac global untuk men-supply kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Inovasi lain dilakukan oleh PT Tri Sukses Jaya sebagai distributor terbesar dalam rangka mendukung penjualan, yaitu membuat plant kedua seluas 13.000 meter persegi.

Untuk tahap pertama, membangun gudang (warehouse) seluas 2.500 m2 dengan kapasitas penyimpanan lebih besar, mecapai 12.000 pcs kasur busa.

Kemudian, menambah jumlah armada untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan waktu pendistribusian.

Arif Sukuandi menambahkan, permintaan kasur busa sejak tiga tahun lalu hingga sekarang terus meningkat cukup signifikan. Pada 2018 - 2019, misalnya, masing-masing mengalami peningkatan sebesar 47% dan 35%.

“Tahun ini, kami optimis akan terjadi kenaikan permintaan sedikitknya mencapai 25%. Saat ini, produk Vita, Mattress Plus, dan Inoac mampu menguasai 82% pasar matras Jabodetabek serta beberapa wilayah lain di Jawa Barat,” kata Arif.

Perangi Produk Palsu

Selain pemenuhan permintaan pasar yang sangat tinggi, kendala yang dihadapi PT. Inoac Polytechno Indonesia yaitu maraknya peredaran produk Inoac palsu. Sementara itu, masyarakat konsumen yang dikesankan beruntung karena mendapatkan barang lebih murah, sejatinya tengah menyalakan bom waktu.

“Barang palsu yang beredar memiliki kualitas jauh dibawah standard kita sehingga konsumen akan mengeluarkan dana lagi untuk membeli barang yang sama karena masa pakainya lebih pendek,” ungkap Iwant Suprijanto.

Sedangkan, lanjut dia, PT. Inoac Polytechno Indonesia merupakan perusahaan global asal Jepang yang telah mengembangkan bisnis di mancanagera seperti Amerika, China dan beberapa negara Asia lainnya.

Karenanya dari sisi kualitas tentu tidak diragukan. Hal ini membuat distributor merasa yakin bahwa produk kasur busa Inoac, Mattress Plus dan Vita dapat diterima pasar meski tidak dilengkapi garansi pabrik.

“Selama ini tidak ada keluhan konsumen terkait kualitas Vita, Mattress Plus dan Inoac. Meski begitu, kami tetap memberikan garansi penuh melalui distributor mulai dari 5 – 25 tahun. Selain menambah kapasitas produksi, Inoac belum lama kami juga telah merencanakan pengembangan investasi di bidang layanan termasuk pemberian garansi dari pabrikan langsung,” jelasnya.

Menurut dia, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat peredaran barang palsu, baik terhadap produsen, masyarakat sebagai konsumen, maupun pemerintah.

“Pemerintah akan kehilangan potensi pendapatan negara baik dari sisi pajak maupun sumber penerimaan lain. “Oleh sebab itu, PT. Inoac Polytechno Indonesia melalui lawyer bekerja sama dengan aparat keamanan siap memerangi pelaku pemalsuan," pungkas Iwant Suprijanto. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved