Jika Tak Mau Publik Berspekulasi Liar, Anies Harus Terbuka

Sebagai gubernur, Anies mestinya terbuka menyampaikan pernyataan soal duduk perkara yang sesungguhnya jika tak mau publik berspekulasi liar.

Jika Tak Mau Publik Berspekulasi Liar, Anies Harus Terbuka
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana proyek Revitalisasi taman sisi selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyetop sementara proyek Revitalisasi Monas setelah ramai menjadi perbincangan publik. Pemberhentian dilakukan sampai ada tindak lanjut dari Sekretariat Negara karena izin revitalisasi tersebut belum diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan statement apapun di tengah serangkaian kebijakannya yang menuai kontroversi.

Yang masih hangat, ialah kasus pengangkatan Donny Andy S Saragih sebagai Direktur Utama PT TransJakarta yang ternyata terjerat kasus penipuan, hingga proyek revitalisasi ilegal kawasan Monumen Nasional (Monas).

Sebagai gubernur, Anies mestinya terbuka menyampaikan pernyataan soal duduk perkara yang sesungguhnya jika tak mau publik berspekulasi liar.

Baca: Demi Revitalisasi Monas, 190 Pohon Ditebang, Sekda DKI: Ini Hanya Sebagian Kecil dari Sisi Monasnya

"Anies harus terbuka menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dengan Dirut TJ dan revitalisasi Monas. Sebagai gubernur harus tanggung jawab biar tak ada spekulasi liar di masyarakat," ungkap pengamat politik Adi Prayitno kepada Tribunnews.com, Jumat (31/1/2020).

Anies yang memimpin daerah di ibu kota seharusnya sadar bahwa persoalan sekecil apapun selalu berpotensi jadi sorotan banyak orang. Bahkan isunya bisa sampai skala nasional.

Baca: Soal Revitalisasi Monas, Prasetio Edi Marsudi: Proyek Dikerjakan Asal-asalan

Polemik penyusunan KUA-PPAS untuk APBD DKI 2020 dan teranyar proyek revitalisasi Monas jadi dua contoh paling nyata.

Jika terus hanya berdiam dan menutup diri dari segumpal pertanyaan publik atas kebijakannya, Adi mengira hal itu justru akan punya efek fatal.

Baca: Ditanya Revitalisasi Monas dan Napi Jadi Bos Transjakarta, Anies: Saya Pamit Dulu

Tensi publik yang terus penasaran malah bisa membuat mereka berspekulasi Anies tidak becus mengatasi permasalahan Jakarta.

"Sekecil apapun persoalan Jakarta pasti jadi perhatian publik. Apalagi soal Dirut TJ dan Monas. Efeknya bisa fatal ke Anies," ungkap Adi.

Baca: Anies Baswedan Disebut Akan Lahirkan Banyak Kebijakan Aneh untuk Jakarta jika Tak Dilaporkan Polisi

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai mendiami persoalan yang muncul di publik adalah kebiasaan Anies.

Dua opsi yang biasanya diambil Anies yakni berkomentar, atau justru diam saja hingga masalah tersebut berlalu.

"Anies cenderung menghadapi sendiri semua persoalan. Biasanya komentar atau mendiamkan itu persoalan," pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved